Besok Ribuan Pendukung DIAmi Bakal Kepung DPRD Makassar

oleh

MACCANEWS-  Sejumlah komunitas Pendukung DIAmi berkoordinasi dengan Tim Menara Pusat DIAmi, menggelar konfrensi pers di Markas Mesa’kada Community, di Jalan Kerung-kerung, pada Rabu (4//4/2018) sore.

Rencananya, para pendukung pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar nomor urut 2 tersebut, bakal menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Makassar yang terletak di Jl. A.P.Pettara, Kamis (5/4/2018) besok.

Sekretaris Menara Pusat DIAmi, Zulkifli Tahir mengungkapkan, sebanyak 3000-an massa telah terdata untuk turun langsung dalam aksi unjuk rasa yang digelar besok pagi.

“3.000 orang itu tergabung dari sekitar 30-an komunitas pendukung DIAmi. Kemungkinan masih akan bertambah jumlah massanya besok. Karena total komunitas pendukung itu sebanyak 162 komunitas,” ucapnya.

Di aksi besok, sejumlah poin tuntutan yang akan disuarakan dalam aksinya. Pertama, kata Zulkifli, meminta kepada seluruh masyarakat untuk melayangkan mosi tidak percaya kepada 13 Anggota DPRD Makassar.

Sekedar diketahui, sebanyak 13 Anggota DPRD Makassar dari sejumlah partai politik pengusung  pasangan, Munfri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) melakukan konferensi pers di Kantor DPRD Makassar beberapa waktu lalu. Atas kejadian tersebut, ke-13 legislator tersebut dilaporkan ke Panwaslu lantaran dinilai telah menggunakan fasilitas negara untuk melakukan kampanye dan melanggar UU No 10 Tahun 2016 pasal 187 ayat 3.

Hanya saja, setelah diproses di Gabungan Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) Panwaslu Makassar, seluruh anggota legislator lintas fraksi tersebut dinyatakan tidak bersalah.

Makanya, sambung Zulkifli, tuntutan kedua Pendukung DIAmi yakni meminta kepada Panwas Makassar untuk tetap melanjutkan proses hukum tersebut.
Selanjutnya yaitu juga mendesak kepada Badak Kehormatan DPRD Makassar dan Gakumdu untuk tetap melanjutkan proses hukum yang dianggap melanggar tersebut.

“Meskipun Gakumdu menyatakan tidak bersalah, tapi kami punya sejumlah bukti yang menguatkan bahwa ke-13 anggota DPRD tersebut telah melanggar dan menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye yang notabene dilarang oleh undang-undang,” paparnya.

Dirinya juga menegaskan, jika tuntutannya tidak direspon dengan baik oleh BK DPRD Makassar dan Panwas Makassar dalam waktu 3 hari setelah unjuk rasa, pihaknya akan menurunkan massa yang jauh lebih banyak lagi. (*)