Dosen Asing Dinilai Dapat Memajukan Riset Indonesia

oleh

MACCANEWS- Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono sepakat dengan keberadaan dosen asing di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Namun, keberadaan dosen asing ini digunakan sebagai katalisator dan pendorong agar Indonesia menjadi lebih maju.

“Utamanya adalah bagaimana agar dosen asing itu ketika berada di Indonesia membawa network mereka, jejaring mereka yang ada di luar negeri, lalu bisa meramaikan riset di Indonesia,” ujar Panut yang ditemui di Kantor Wakil Presiden, Kamis (11/4/2018).

Panut mencontohkan, satu dosen asing di UGM membuat proposal penelitian bersama dengan profesor-profesor di dalam negeri. Kemudian mereka mencari dana dari pihak ketiga untuk mendanai riset tersebut. Panut menjelaskan, pemerintah memiliki keterbatasan dana riset oleh karena itu kerja sama dengan dosen asing sangat penting untuk kemajuan riset di dalam negeri.

“Profesor asing berkolaborasi dengan dosen Indonesia lalu membuat proposal riset, dana risetnya itu harapannya bisa datang dari lembaga donor di luar negeri yang sudah punya banyak mitra dengan profesor asing tersebut,” kata Panut.

Panut mengatakan, sebenarnya dosen-dosen di Indonesia memiliki kemampuan dan kualitas yang tidak kalah dengan dosen asing. Hanya saja, mereka belum sepenuhnya fokus sebagai ilmuwan di dalam internal kampus. Sebab, mereka banyak diberikan tawaran dari luar kampus yakni untuk membantu pemerintah maupun industri.

Dengan demikian, perguruan tinggi di Indonesia kurang fokus untuk mengembangkan riset di internal kampus. Di sisi lain, Panut menekankan bahwa dosen-dosen ahli di Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni dan mempunyai kemampuan untuk memajukan bangsa.

Panut mengatakan, saat ini sudah ada dosen asing di UGM. Keberadaan dosen asing ini biasanya dalam jangka waktu pendek yakni antara tiga hingga enam bulan. Panut mencontohkan, dosen asing yang ada di UGM yakni berasal dari Jerman. Mereka mengajar di UGM didanai oleh Pemerintah Jerman. Terkait dengan pendanaan riset, UGM menerima dan mengoptimalkan keberadaan dosen asing terutama sebagai katalisator untuk mengembangkan riset di Indonesia. (Eki Purwati)