Hukum Jegal Petahana, Danny: Mau jadi Apa Demokrasi Indonesia

oleh

MACCANEWS– Kandidat Petahana, Moh Ramdhan Pomanto, mengaku telah mendapatkan sejumlah pembelajaran politik yang tidak lazim sejak terjun pada gelaran Pilkada Kota Makassar.

“Yang pertama, kami tidak tau kemana lagi kita mengadu tentang keadilan hukum. Karena kami sudah ke MA, kami juga pun kalah,” ungkap Wali Kota peraih 132 penghargaan bergengsi tersebut, saat tampil di acara prime talk Metro TV, Rabu (25/4/2018).

Letak keanehan yang kedua lanjut Danny karena dengan pengabdian yang sifatnya melayani untuk kesejahteraan masyarakat justru membuat dirinya harus diganjar ‘sanksi oleh lembaga peradilan.

Padahal jelas Danny, esensi kepala daerah itu adalah bagaimana mengabdi dengan baik dan memberikan kinerja yang bermanfaat kepada rakyat.

Namun dengan pengabdian yang dimaksud itujuga sehingga wali kota ke-17 Makassar ini berpotensi tidak diikutsertakan mengikuti perhelatan pilwalkot Makassar.

“Karena mengabdi kepada rakyat kita didiskualifikasi. Kan begitu, lantas mau jadi apa nanti wajah demokrasi kita” sesalnya.

Jika hal itu dibiarkan, Danny memastikan skalasinya membesar secara nasional, bahkan akan mencoreng wajah demokrasi yang telah dibanggakan sejak era reformasi lalu.

“Lewat peristiwa ini, maka harus ada usaha-usaha untuk memperbaiki keadaan. Apalagi saya melihat rakyat Makassar sangat penuh harap kondisi ini dilanjutkan,” pungkasnya. (*)