Ini Harapan Direktur Perdik Untuk Rektor Baru UNHAS

oleh

MACCANEWS- Rektor baru Unhas periode 2018-2022, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, dilantik pada jumat, 27 April 2018 di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin. Acara pelantikan ini dibuka secara langsung oleh ketua majelis wali amanat UNHAS, Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA, yang didampingi sejumlah anggota MWA UNHAS lainnya.

Direktur eksekutif pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), Abd. Rahman, turut memberi selamat pada Prof Dwia, yang kembali dipercaya memimpin UNHAS 4 tahun kedepan. Rahman berharap, kedepannya kampus merah (julukan universitas Hasanuddin), bisa lebih memperhatikan mahasiswa difabel yang berkuliah di UNHAS.

“Di Unhas itu sudah banyak difabel yang berkuliah disana, kira-kira sejak tahun sembilan puluhan, sudah adami difabel yang kuliah di UNHAS, tapi sejauh ini belum ada perhatian dari pimpinan universitas untuk menyediakan fasilitas yang memudahkan difabel saat bermobilitas di UNHAS.” Jelas Rahman.

Rahman atau lebih kerap dipanggil Gus Dur melanjutkan, bahwa PerDIK, juga sudah beberapa kali mengadakan diskusi dengan mahasiswa himapol UNHAS terkait isu-isu difabel,” katanya.

Ia berharap dengan diadakannya diskusi tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran ditingkat sivitas akademi UNHAS mengenai pentingnya kampus yang inklusif di Makassar. apalagi, masih menurut Gus Dur, di Indonesia timur belum ada satupun kampus negeri yang memiliki pusat studi dan layanan disabilitas. karena itu, Gus Dur bisa menjadi kampus percontohan dalam memberikan pelayanan yang ramah difabel untuk kawasan indonesia timur.

Gus Dur juga menyampaikan bahwa beberapa dosen muda UNHAS juga telah menjalin komunikasi dengan PerDIK tentang tekhnis kampus inklusif dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendirikan pusat studi disabilitas di UNHAS,” tambah Gusdur.

“Lanjut kata dia Sekarang itu sudah ada tim risetnya dari mahasiswa unhas, mereka sedang menidentifikasi prodi apasaja yang pernah menerima mahasiswa difabel, dan kira-kira prodi apa saja yang memungkinkan mahasiswa difabel untuk berkuliah. Semoga apa yang telah kita rencanakan ini dapat terrealisasi di kepemimpinan Prof Dwia.” tutupnya.(*)