Mahyudin: Kepala Daerah Ideal Itu, Selalu Ingat Rakyat

oleh

MACCANEWS- Gelar tahun politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 sudah berjalan dan berproses. Berbagai fenomena seputar proses tersebut baik positif dan negatifnya harus dijalani rakyat Indonesia. Namun, pada ujungnya rakyat hanya ingin daerahnya maju dan rakyat sejahtera.

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin melihat bahwa munculnya kepala daerah dari hasil Pilkada semestinya membawa misi besar untuk kemajuan daerah dan rakyatnya, untuk itu perlu muncul kepala daerah yang ideal. Namun, harus ada syarat yang harus dipenuhi agar kepala daerah ideal itu muncul yakni, seorang kepala daerah yang ideal harus ada dalam dirinya cinta kepada rakyat.

“Jangan menjadikan rakyat hanya komoditas, hanya dilihat sebagai persentase jumlah pemilih sehingga rakyat akan diingat ketika belum jadi tapi kemudian tidak perduli bahkan menjaga jarak ketika sudah jadi,” katanya, usai menjadi pembicara dalam acara Roadshow Seminar Motivasi Kami Indonesia, di aula Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (11/4).

Pimpinan MPR putera daerah asli kelahiran Kalimantan ini menambahkan, seorang kepala daerah ideal itu, juga harus ada dalam dirinya murni menjabat untuk memajukan daerahnya, mencerdaskan rakyatnya serta mensejahterakan rakyatnya.  Tidak ada misi yang lain apalagi hanya memikirkan kekayaan materi.

Pemimpin daerah yang ideal itu, menurut Mahyudin, juga selalu membuka pintu rumahnya untuk rakyat, selalu mendengar setiap keluhan dan aspirasi rakyatnya.  Tidak membuka jarak dan membuat barikade antara dia dan rakyat.

“Dekatlah kepada rakyat walaupun hanya melayani seorang nenek yang karena cinta sang nenek kepada pemimpinya rela menunggu untuk mencium pipi sang pemimpin.  Saya sendiri berusaha untuk itu membuka pintu rumah saya kapanpun rakyat datang, berusaha untuk tidak membuka jarak kepada rakyat,” ujarnya.

Jika, pemimpin ideal seperti itu muncul, maka menurutnya akan turunlah berkah dari langit sehingga daerah tersebut akan maju dan rakyat akan sejahtera serta bahagia.  Pada akhirnya, akan muncul pemimpin nasional yang idealis dan mampu membangun negara Indonesia dan mampu membangun serta mensejahterakan rakyatnya secara keseluruhan. (*)