‘Walau Matipun, Cacing Baiknya Tidak didalam Ikan’

oleh

MACCANEWS- Pakar Keamanan Pangan Universitas Gadjah Mada (UGM), Endang Sutrisnawati Rahayu mengatakan, cacing anisakis pada ikan makarel kalengan dipastikan mati dan tidak berbahaya terhadap kesehatan manusia jika dikonsumsi. Namun, ia merasa secara estetika cacing memang sebaiknya tidak ditemukan di dalam ikan yang akan dikonsumsi manusia.

“Konsumsi bahan makanan yang mengandung parasit mati tidak membahayakan bagi kesehatan tubuh, hanya saja dari segi estetika cacing memang sebaiknya tidak ada dalam ikan,” kata wanita yang akrab disapa Trisye tersebut.

Trisye menerangkan, pada proses pengalengan memiliki persyaratan thermal untuk memastikan seluruh mikroorganisme yang ada di bahan pangan yang diolah seluruhnya mati. Termasuk, endospora bakteri yang sering dipakai sebagai tolak ukur karena paling tahan panas.

Artinya, lanjut Trisye, pada proses pengalengan yang dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ada dapat dipastikan aman. Bahkan, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM itu menilai keamanannya hingga masa kadaluarsa.

“Dalam proses sterilisasi untuk membunuh endospora saat pengalengan dilakukan di suhu lebih dari 121 derajat celcius, kalau endospora saja sudah mati mikroorganisme dan parasit atau larva yang ada dalam bahan makanan yang dioleh dipastikan sudah mati duluan,” ujar Trisye.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi kejadian itu. Trisye berharap, temuan ikan makarel kalengan yang bercacing ini tidak menjadikan masyarakat malah takut mengkonsumsi ikan.

Terlebih, BPOM telah merilis temuan sebanyak 27 merek produk ikan makarel kalengan yang dinyatakan positif terhadap cacing parasit jenis anisakis sp. BPOM telah pula melakukan pengawasan dan menarik merek-merek itu dari pasaran berbagai daerah di Indonesia.

“Yang terpenting diperhatikan dalam mengolah dan memasak ikan laut dengan sempurna,” kata Trisye.

Selain itu, harus diperhatikan pula ikan yang dikonsumsi mentah atau setengah matang. Menurut Trisye, kalau perlu dilakukan kontrol terhadap bahan baku, sebab memasak ikan laut tanpa panas atau panas yang kurang tidak mematikan larva caving dan bisa menyebabkan penyakit.

Ia turut mengimbau industri pengalengan ikan untuk melakukan pembaruan standar operasional pada Good Manufacturing Practice maupun Hazard Analysis and Critical Control Point. Serta, melakukan validasi kecukupan panas, memperhatikan keberadaan nematoda pada bahan baku yang diolah. (*)