Gelar Aksi, PMII Desak Pemerintah Lakukan ini

oleh

MACCANEWS-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali melakukan aksi di Depan Kantor Kelurahan Kiru-Kiru. Senin, 14/5/2018. Mereka mempertanyakan status dan komitmen pemerintah terkait pembangunan rel kereta api yang akan menggusur 809 makam atau perkuburan Capoe, Kelurahan Kiru-Kiru .

Adapun Pernyataan sikap PMII

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu

Pemerintahan yang demokratis adalah sebuah tatanan sistem yang sejatinya menyadari dirinya berasal dari rakyat. Sebuah konsep demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat seharusnya menjadi sebuah patron untuk menjalankan fungsi pemerintahannya. Mengedepankan musyawarah untuk mufakat, bukan pengambilan keputusan atas keinginan pribadi yang mengatasnamakan rakyat. Terlebih lagi dengan bermain api, kong kali kong atau bahkan melakukan persekongkolan jahat atau bahkan konspirasi yang menguntungkan pihak pribadinya.

Pemerintah sejatinya berjuang atas nama rakyat. Peduli, mendengar aspirasi dan keluhan rakyat nya. Bukan menjadi seorang pelakon drama yang hanya sebatas beronani dengan pembenaran-pembenaran palsu yang bertujuan membodohi rakyat.

25 Desember 2017 adalah sebuah momentum lahirnya sebuah kemufakatan perihal polemik 809 Makam Di Pekuburan Capoe Lingkungan Polewali Kelurahan Kiru – Kiru. Hari ini, kurang lebih 4 bulan lamanya para ahli waris tak mendapatkan informasi yang jelas. Pemerintah setempat seakan menutup mata dan bergerak diluar jalur tanpa membangun komunikasi yang baik dengan ahli waris. Camat, Lurah, Kepala Lingkungan seakan diam seribu bahasa, padahal seharusnya merekalah yang menjadi orang-orang pertama yang wajib meminta maaf dihadapan ahli karena atas kelalaiannya yang melupakan nilai-nilai mappatabe dan nilai kemufakatan sehingga jalur RKA harus melewati Makam.

Oleh karena itu. Hari ini, PMII Cabang Barru bersama Ahli Waris Almarhum (a) menyatakan sikap :

1. Mendesak Pemerintah setempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas indikasi kelalaian tersebut

2. Mendesak seluruh elemen yang terlibat SATKER RKA, BUPATI BARRU, CAMAT SOPPENG RIAJA, LURAH KIRU-KIRU, KEPALA LINGKUNGAN POLEWALI  untuk segera berperan aktif sehingga dalam waktu 2 pekan untuk segera mengambil keputusan terkait Jalur RKA yang melintas di Pemakaman Capoe

3. Menolak dengan tegas relokasi makam dan wajib membangun jembatan di atas makam-makam tersebut.

Demikian Pernyataan Sikap Kami, untuk segera di tindak lanjuti

Atas Nama PMII Cabang  Barru