Umrah Ramadan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram

oleh

MACCANEWS- Seperti lazimnya pada Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi disesaki peziarah. Kala itu disebut juga merupakan puncak musim umrah. Apalagi, pada saat itu di kawasan Timur Tengah juga ditetapkan sebagai masa liburan sekolah.

Akibatnya, para jamaah umrah tumpah di kedua masjid itu. Para pedagang dan pengelola aneka bisnis di sana menyebut kegairahan itu laksana musim haji. Harga paket umrah melonjak. Harga sewa hotel pun bertambah cukup mahal bila dibandingkan sewa pada hari umrah biasa.

Seperti dilansir Suadi Gazette, Badan Presidensi Umum untuk urusan Masjid Nabawi pun menyatkan telah menyediakan semua layanan yang diperlukan untuk sejumlah besar pengunjung selama bulan suci Ramadhan. Tujuannya agar mereka dapat berdoa dengan tenang dan nyaman.

Salinan yang cukup dari Al-Qurʻan telah disediakan di masjid Nabawi. Raja Arab Saudi telah mengirimkan 150 ribu mushaf baru untuk kedua masjid itu untuk memenuhi layanan jamaah di kedua masjid itu,

Aneka fasilitas publik, seperti berbagai kipas angiin berair disiapkan  sebagai sarana mendinginkan udara yang berada di halaman luar masjid. Para petugas keamanan memandu pengunjung sedang di berbagai pintu masuk dan kerumunan besar,  baik selama waktu shalat maupun menjelang dan sesudah waktu shalat.

Makanan untuk berbuka puasa juga diatur. Karena banyakan warga Madinah dan Makanan ingin menyediakan makanan berbuka maka mereka harus melakukannya secara bergiliran.  Alhasil, bayak warga yang baru mendapat kesempatan untuk mengkirimkan makanan berbuka di dalam masjid perlu waktu bertahun-tahun. Selain itu, mereka hanya bisa mengirimkan makanan berbuka di halaman atau berbagai masjid yang berada di luar kedua masjid itu.

Di Majidil Haram misalnya, kendala untuk melakukan tawaf tidak ada lagi seiring usainya proyek renovasi sumur Zamzam. Sebelum Ramadhan sudah tidak lagi ada pembatasan area tawaf (mataf). Jamaah umrah kini bisa bergerak leluasa. Lantai atas masjidil haram pun dibuka dan dapat dipakai untuk melakukan shalat dan tawaf.

Seperti diketahui, kini seluruh hotel di Makkah sudah dipesan untuk 10 hari terakhir Ramadhan. Dari 162.000 kamar di hotel yang tersedia, sekitar 155.000 telah dipesan.

Direktur Reservasi dan Pemasaran sebuah Hotel di Makkah, Riza Shalabi mengatakan, semua kamar di hotelnya sudah penuh dipesan. Dari 810 kamar yang tersedia, pihaknya mematok tarif 1.950-2.500 riyal. “Harga ini termasuk buka puasa,” kata dia.

Khusus kamar suite, lanjutnya, tarif hotel yang dikenakan mengalami kenaikan signifikan. Untuk paket termasuk berbuka puasa dikenakan tarif 28.000 riyal. “Khusus kamar suite sudah bisa dipesan tiga bulan sebelum Ramadhan. Harapan kami, pengusaha dari kerajaan dan luar negeri datang untuk melaksanakan umrah,”

Staf Reservasi dan Pemasaran hotel lainnya, Abdullah Al-Zahrani mengatakan, sampai saat ini tingkat hunian di hotelnya mencapai 98 persen atau alami kenaikan sejak tahun lalu. Untuk 10 hari Ramadhan, pemesanan sudah mencapai 100 persen dengan tarif 25.000-42.000 riyal.

Sementara itu, Otoritas Penjaga Dua Masjid Suci akan membagi-bagikan kartu khusus anak-anak, orangtua, dan non-Arab di Masjid Al-Haram, Makkah. Kartu itu akan membantu jamaah umrah yang tersasar atau terpisah dari kelompoknya. (Kiki Novianti)