Bupati Takalar Sibuk Keliling Temui Kepala Desa, Ada Apa Yah?

oleh

MACCANEWS– Bupati Takalar Syamsari Kitta pergerakannya kini terus diintai. Dugaan keberpihakannya ke kandidat tertentu, memungkinkan mengintervensi dan memanfaat alat pemerintahan, termasuk kepala desa.

Dugaan keberpihakan Syamsari dengan cara melibatkan aparat pemerintahan, serta kepala desa, makin kuat setelah sibuk ‘mengumpulkan’ kepala desa maupun plt kepala desa.

Seperti yang terlihat di Kecamatan Galesong Utara, Syamsari nampak hadir di salah satu kediaman kepala desa. Ia mengenakan kendaraan dinas, serta masih memakai seragam bupati.

Khusus di pertemuan ini, dikabarkan tidak memberikan arahan apa-apa untuk memberi dukungan ke salah satu kandidat. Maklum rencana pertemuan ini bocor ke media dan Panwas, sehingga cepat bergerak ke lokasi.

Hanya saja, pergerakan Bupati setelah itu tetap patut diintai. Apalagi beredar kabar jika sejumlah oknum camat juga diduga berpencar menemui kepala desa.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Takalar, Ibrahim Salim yang dikonfirmasi mengenai pertemuan tersebut, mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari panwascam.

“Kami sudah sampaikan ke teman teman panwascam untuk melakukan pengawasan. Khusus di Galut, insyaallah informasinya kami sampaikan. Karena teman-teman panwascam ada didimana-mana dan akan terus mengawasi,” janji dia saat dikonfirmasi wartawan, Senin 26 Juni.

Karena memang, kata dia, Panwascam masih terus melakukan pengawasan terhadap kegaiatan-kegiatan masyarakat atau pun pemerintah yang sarat dengan kepentingan politik terutama para pejabat daerah. Pasalnya jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan momentum masa tenang untuk melakukan kecurangan.

“Alhamdulillah, setiap kegiatan kegiatan ngumpul ngumpul baik di desa selalu diawasi teman teman pengawas. Kami sudah himbau baik itu pejabat daerah dan sebagainya kami akan tindak tegas kalau melakukan pelanggaran,” jelasnya.

Ibrahim menegaskan, tidak akan tinggal diam apabila ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh kandidat atau oknum pejabat dan ASN. Bahkan, ia bersama panwas se Kabupaten Takalar akan terus berada di lapangan mengawasi dan memastikan proses demokrasi dapat berjalan dengan baik.

“Dan masyarakat juga selalu memberikan informasi untuk memastikan kami akan turun langsung ke lokasi. Dan siapapun yang melakukan pelanggaran kami tidak akan pandang bulu kami akan tindaki dengan tegas,” ancam dia. (*)