Dihantui Kecurangan, Warga Minta Pilkada Makassar Ditunda

oleh

MACCANEWS-  Pemilihan walikota Makassar dan Pilgub Sulsel baru akan digelar secara serentak, 27 Juni besok. Namun kecurangan sudah terjadi di kota Makassar dengan adanya beredar di kecamatan Bontoala, yang mana ditemukannya C1 yang sudah terisi sebelum hari pencoblosan digelar.

Pemerhati demokrasi, Arman Rahman menyayangkan adanya oknum yang ingin merusak demokrasi di kota Makassar dan Sulsel pada umumnya. Dirinya meminta perhelatan pilkada Makassar segera mungkin ditunda, karena adanya oknum yang mengisi C1 seakan mendahului pelaksanaan pilkada.

‘Tangkap perusak demokrasi, kami inginkan pesta demokrasi ini ditunda. Adanya C1 yang memunculkan angka seakan mendahului pelaksanaan pilkada. Karakter orang Makassar itu adalah petarung, bukan tipe orang curang,’ ucap Arman Rahman yang juga juru bicara FPI Sulsel, ditemui di warkop 23 Jl Merpati kota Makassar, Selasa (26/6/2018).

Sementara tokoh masyarakat Bontoala, Candra menyebutkan pihak berwajib dalam hal ini penegak hukum harus menindaki tegas yang mencoba merusak demokrasi di kota Makassar.

‘Ini kemunduran demokrasi, persoalan yang mengisi C1 sebelum pencoblosan digelar itu adalah mencoreng demomrasi di kota Makassar. Kami minta penegak hukum bertindak tegas yang ingin merusak demokrasi. Siapapun yang merusak demokrasi tolong ditindaki tegas. Percuma ada hukum jika tidak ada penegakan,” pungkasnya. (*)