Kematian Asri di Perumahan BTN Aisyah, Disebut Meninggal Wajar

oleh

MACCANEWS.- Mayat yang ditemukan di kompleks perumahan BTN Aisyah Kelurahan Caile Kecamatan Ujungbulu Bulukumba, pada Minggu (29/7) pagi tadi, yang belakangan diketahui bernama Asri alias Aso (43), warga Barang Dua desa Lembang Lohe Kecamatan Kajang Bulukumba.

Saat ditemukan di ruang keluarga depan televisi, rumah milik Muh.Asri Kadir, terlihat dimulut korban mengeluarkan busa

Kapolres Bulukumba AKBP.M.Anggi Naulifar Siregar, SIk MSi yang dihubungi Maccanews menjelaskan, setelah anggotanya menerima laporan adanya penemuan mayat di rumah Muh.Asri Kadir di perumahan BTN Aisyah blok 1 no 1 Kelurahan Caile Kecamatan Ujungbulu, anggotanya langsung mendatangi rumah yang dimaksud dan ditemukan korban sudah tidak bernyawa dengan mulut mengeluarkan busa, di salah satu ruangan rumah tersebut.

Sebelumnya, seperti dijelaskan Kasat Reskrim Iptu.Deki Marizaldi, SIk,MH pada malam minggu korban datang membesuk ibunya yang terbaring sakit di RSUD HA.Sulthan Dg Radja Bulukumba, sepulang dari RSUD, korban ke rumah Muh.Asri Kadir sekaligus menginap di rumah itu.

Disebutkan, saat korban datang ke rumah Muh.Asri, pada malam pemilik rumah sedang berada di Kajang, sementara isterinya Ervina berada di Bira, dan sekitar jam 01,00 wita Ervina tiba di rumahnya dan saat hendak masuk ke rumahnya, Ervina mengetok pintu hingga beberapa kali, namun tidak ada jawaban.

Meskipun menurut pengakuan Ervina, saat menggedor pintu rumahnya, dia mendengar suara orang mendengkur, dan Ervina tahu kalau orang yang ada di dalam rumahnya adalah Asri alias Aso yang tidak lain keluarganya sendiri, setelah melihat sandalnya diteras rumah.

” Korban memang sering bermalam di rumah kami,” aku Ervina seperti disampaikan Kasat Reskrim Iptu.Deki

Karena korban tertidur lelap, sehingga malam itu Ervina bermalam rumah keluarganya di Toko Rakyat di jalan Matahari, tidak jauh dari perunahan BTN Aisyah.

Kemudian, masih kata Kata Reskrim, pada Minggu ( 29/7) pukul 09, 00 wita, Ervina pulang ke rumahnya, namun setelah beberapa kali menggedor pintu rumahnya, tetap tidak ada jawaban dari dalam rumah, sehingga Ervina minta tolong kepada tetangganya masing masing Firdaus dan Ansar yang tidak lain saudara korban, untuk membantu membukakan pintu rumahnya.

Betapa kagetnya setelah ketiganya berhasil masuk rumah, mereka bertiga mendapati Asri alias Aso tergeletak di ruang keluarga depan TV dengan posisi menghadap keatas, dan mulut korban mengeluarkan busa, dan telinga sebelah kiri mengeluarkan darah dan setelah di cek ternyata korban sudah tidak bernyawa.

Selanjutnya kata Iptu Deki Marizaldi, pihaknya menghubungi tim identifikasi untuk melakukan identifikasi dan olah TKP dan mendatangkan tim medis dipimpin dr.Sinaga untuk melakukan pemeriksaan kondisi korban sekaligus membuat Visum

” Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat serangan jantung, dan pecah pembuluh darah. Sesuai pengakuan keluarga Korban, selama ini Korban memiliki riwayat penyakit stroke dan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda kekerasan fisik,” jelas Kasat Reskrim.

Ditegaskan Kasat Reskrim Iptu Deki Marizaldi, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, yang dibuktikan dengan adanya surat administrasi penolakan untuk di lakukan autopsi terhadap korban yang ditanda tangani Ervina.- Edy.-