Besok NA Lantik Empat Bupati/Walikota di UNHAS, Pengamat: Bukan Politik Praktis, Tetapi kegiatan Kenegaraan

oleh

MACCANEWS- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) bakal melantik empat Bupati dan Walikota beserta para wakilnya besok, Rabu (36/9/2018) di Baruga Pettarani kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS). Mereka yang bakal dilantik antara lain, Bupati Sinjai, Bupati Bantaeng, Bupati Bone, dan Walikota Palopo.

Pengamat Pemerintahan dari L2DIKTI, DR .Abdi menilai langkah NA melantik para Bupati dan Walikota beserta para wakilnya yang dilaksanakan di kampus UNHAS, sudah sesuai aspek yuridis dan aspek admistrasi.

“Pelantikan Bupati, Wabup, Wali Kota, Wawali di Kampus UNHAS itu memenuhi beberapa kelebihan aspek, pertama aspek Yuridis sudah sesuai karena dilaksanakan di ibu kota Provinsi. Kedua aspek Administratif, sesuai karena dilaksanakan di tempat yang representatif bisa dihadiri oleh ribuan orang sehingga bisa disaksikan oleh para pemangku kepentingan sekaligus khalayak banyak serta dilaksanakan secara hikmad dan sakral,” kata DR.Abdi saat dikonfirmasi maccanews, Selasa (25/9/2018).

Pelantikan nantinya,  DR Abdi memastikan sudah memenuhi aspek hostoris, aspek edukasi leadership.

“Pelaksanaan pelantikan itu sudah sesuai aspek Historis. Yang mana Kampus UNHAS di Tamalanrea itu adalah karya nyata seorang Gubernur yang fenomenal dan luar biasa inovatif Prof Ahmad Amiruddin, bisa dikenang sekaligus mnjadi spirit bagi para pemimpin baru yang akan dilantik. Bahkan ada yang menyebut bahwa Gubernur Prof NA adalah “reinkarnasi” dari Prof Amiruddin,” ujarnya.

“Selanjutnya dari aspek Edukasi leadership yang mana mahasiswa sebagai generasi muda penerima estafet kepemimpinan, akan turut serta merasakan dan melihat dari dekat hasil akhir sebuah perhelatan demokrasi yang diakhiri dengan yang namanya pelantikan,” ungkapnya.

DR.Abdi menjelaskan jika pelantikan kepala daerah yang dilaksanakan didalam kampus perguruan tinggi bukan bahagian dari politik praktis yang dilakukan oleh NA.

“Pelantikan dengan lokus di dalam kampus UNHAS adalah bukan kegiatan politik praktis, tetapi kegiatan kenegaraan yang harus bisa diketahui dan disaksikan oleh siapapun, termasuk mahasiswa,” tutupnya. (Wan)