BNI Gelar Akad Kredit Massal di Bulukumba

oleh

MACCANEWS.- Sedikitnya 40 orang warga dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR ), Rabu (19/9) siang tadi mendatangi kantor Bank BNI Cabang Bulukumba.

 

Kedatangan mereka, ternyata untuk mengikuti program akad kredit massal, guna  memperoleh rumah layak huni yang disiapkan pengembang, masing masing PT. Lima Utama Sejahtera dan Rindra Pratama Putra yang bekerja sama dengan bank BNI.

Penanda tanganan akad kredit oleh masing masing user dihadapan Notaris Nasrul, SH, disaksikan pemimpin Bank BNI Cabang Bulukumba Andi Muhammad Yusuf dan Hadi Santoso, yang menjabat Head of Consumer & Retail Banking Kantor Wilayah Makassar.

Sebelumnya, Hadi Santoso memberikan penjelasan lebih rinci bahwa layanan akad kredit massal ini, sebagai bentuk komitmen perseroaan dalam percepatan proses kredit kepemilikan rumah KPR untuk enduser developer penerima subsidi pemerintah.

Menurut Hadi, pembelian rumah yang dipilih tidak hanya user yang memilih tetapi bank juga ikut menilai. ” Jadi ini enaknya kalau kita beli rumah lewat bank, karena selain sertifikatnya jelas, juga Bank akan ikut membantu melakukan pemeriksaan rumah, apakah layak huni atau tidak,” jelas Hadi.

Jadi kata Hadi meyakinkan, user bisa langsung menempati rumah layak huni bersubsidi sesuai standar kualifikasi Kemenpera, setelah proses akad kredit, karena rumah tersebut dibayar oleh bank BNI, selanjutnya user melakukan pembayaran angsuran sesuai kesepakatan dengan suku bunga rendah yaitu hanya 5 persen per tahun.

Dihadapan pengembangan dan Notaris, Hadi menegaskan, seluruh rumah yang di akad kreditkan sudah memenuhi standar dari BNI, sehingga layak dibiayai dan memenuhi kualifikasi standar Kemenpera. ” Jadi rumah bersubsidi tetap dilengkapi listrik, termasuk sarana jalan, minimal di cor atau paving blok. Kalau sekarang masih perkerasan, Insya Allah pengembang akan memenuhi kewajibannya termasuk sarana saluran air. Pokonya jika tidak layak huni atau tidak sesuai standar, kami dari Bank BNI tidak akan membayar pengembangnya,” jelas Hadi.

Hadi memastikan, rumah yang dibeli melalui akad kredit ini, adalah layak huni, rumah sejahtera yang dilengkapi dokumen utamanya sertifikat dan saat akad kredit sertifikatnya sesuai nama pemohon.- ( Suaedy)