Genjot Partisipasi Pemilih Muda di Pemilu 2019, Kesbangpol Kota Makassar Gelar Sosialisasi

oleh

MACCANEWS- Pemerintah kota Makassar melalui Badan Kesatuan Bangsa Dan Poltik (Kesbangpol) menggelar
Sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih muda. Kegiatan tersebut bertemakan ‘Meningkatkan Kualitas dan Peran Serta Pemuda Pada Pemilu 2019’ yang mana bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam menyukseskan pemilihan umum 2019 mendatang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di hotel LYNT Makassar, Senin (3/9/2018).

Mewakili Walikota Makassar, Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan, Sittiara saat membawakan sambutan walikota Makassar mengatakan, pelaksanaan pilkada lalu telah sukses memperlihatkan kecerdasan masyarakat kota Makassar dalam melaksanakan tahapan pilkada tanpa saling mencedrerai satu sama lain.

“Kota Makassar telah menjawab tantangan dalam pelaksanaan pilkada lalu, orang diluar kota Makassar bahkan dari luar Sulawesi Selatan menyebutkan jika kota Makassar masuk zona merah dalam pelaksanaan pilkada. Tetapi, dengan kecerdasan dan kesadaran yang penuh rasa tanggung jawab warga kota Makassar telah berhasil menciptakan pilkada damai yang penuh ketenangan. Pelaksanaan pilkada lalu adalah bukti jika masyarakat kota Makassar sadar akan demokrasi, yang mana pelaksanaannya berjalan sesuai harapan,” sebutnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Sittiara berharap partisipasi pemilih di pemilu 2019 jauh lebih meningkatkan dari pelaksanaan pilkada di kota Makassar yang digelar beberapa bulan lalu.

“Partisipasi masyarakat kota Makassar di pilkada lalu hanya 57 persen. Nah melalui kegiatan ini, kami berharap di pemilu 2019 mendatang jauh meningkat dari pilkada lalu,” tambahnya.

Sementara Kepala Kesbangpol Pemkot Makassar, Jamaing berharap kegiatan sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih muda itu, mampuh memberi pemahaman bagi generasi muda untuk melahirkan kesadaran dalam meningkatkan partisipasi politik.

“Kegiatan  ini sangat strategis untuk memberikan pemahaman bagi generasi muda di kota Makassar, dan dapat meningkatkan wawasan, kemampuan, kemandirian, serta kedewasaan dalam meningkatkan partisipasi politik. Sehingga terciptanya pemuda sebagai agen perubahan yang dapat mengawal proses demokrasi di kota ini,” pungkasnya. (*)