Kehadiran Nurdin Abdullah di Deklarasi “Blusukan Jokowi” Sebagai Prof Andalan

oleh

MACCANEWS-  Kehadiran, Nurdin Abdullah di acara “Blusukan Jokowi” Sulsel bukan sebagai Gubernur Sulsel. Kehadiran dirinya melainkan sebagai mantan calon Gubernur Sulsel yang populer disebut Prof Andalan.

Deklarasi tersebut digelar di posko pemenangan Prof Andalan, Rabu (12/9/2018). Di kesempatan itu terlihat hadir menteri perhubungan RI, para pimpinan partai politik koalisi Jokowi-Ma’ruf.

“Kehadiran saya bukan sebagai Gubernur, tetapi sebagai Prof Andalan. Relawan Prof Andalan di seluruh kabupaten, kota  se Sulsel tidak diragukan kerja nyatanya,” kata Nurdin Abdullah.

Di Pilpres 2019, Nurdin Abdullah menargetkan Jokowi-Ma’ruf menang mutlak dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saya optimis 80 persen kemenangan Jokowi-M’ruf di Sulsel. Yang penting  masyarakat harus tahu apa yang sudah dikerjakan oleh pak Jokowi. Kedepan, masyarakat harus tahu apa yang harus dia kerjakan untuk bangsa ini,” tambahnya.

Ditangan Jokowi, Nurdin Abdullah menilai telah membawa banyak kemajuan dan perubahan-perubahan yang nyata.

“Kalau mau melihat Indonesia maju lagi, maka berikan  kesempatan pak Jokowi memimpin kembali Indonesia,” sebutnya lagi.

Nurdin mengungkapkan pribadi Jokowi penuh kesederhanaan, dan kejujuran dalam memimpin Indonesia.

“Saya sama pak Jokowi dari latarbelakang yang sama, dia orang sederhana yang baik dan bersih. Saya rasakan kok, kerja sama dengan pak Jokowi selama saya jadi bupati telah banyak memberikan sentuhan kemajuan,” tutupnya.

Sementara menteri perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan kehadiran dirinya bukan sebagai menteri, tetapi sebagai alumni Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

“Saya datang sebagai alumni Gajah Mada. Semoga ditangan pak Gubernur Nurdin Abdullah dan ditangan Presiden Jokowi Sulsel tambah maju lagi. Tahun depan Pemerintahan pusat akan memfungsikan bandara Toraja,” ungkapnya.

Relawan “Blusukan Jokowi” adalah relawan alumni Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Untuk Sulsel, deklarasi itu adalah deklarasi pertama yang dilaksanakan diluar pulau Jawa. (*)