Pasca Gempa 7,7 SR Donggala Gelap, Palu Diguncang Gempa 2 Kali

oleh

MACCANEWS- Gempa juga mengguncang Ibukota Propinsi Sulawesi Tengah, Palu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya mencatat gempa yang terjadi di Palu sekitar 17.25 WIB dengan kekuatan 5,9 SR.

Pusat gempa terletak di 12 KM Tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah dengan kedalaman sekitar 10 Km di bawah permukaan bumi. Hingga saat ini gempa susulan juga terjadi. Bahkan dari situs resmi BMKG sekitar 25 menit kemudian gempa terjadi lagi di Palu.

Gempa susulan di Palu terakhir terjadi sekitar pukul 17.50 yang berpusat di 23 Km Timur Laut Kota Palu dengan kedalaman 10 km.

Rentetan gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah ini semula terjadi di Kabupaten Donggala yang merupakan kabupaten paling dekat dengan Kota Palu.

Hingga berita ini ditulis rentetan gempa di Donggala terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dengan kekuatan 5,9 SR yang berpusat di 8 km barat laut Kabupaten Donggala dengan kedalaman 10 km.

Sampai pukul 17.58 WIB tercatat ada 8 gempa dengan kekuatan di atas 5 SR. Bahkan sekitar pukul 17.01 guncangan gempa yang melanda Kabupaten Donggala sangat besar. Tercatat kekuatannya 7,7 SR kedalaman 10 Km di timur laut Kabupaten Donggala.

Kemudian sekitar pukul 17.02 gempa dengan kekuatan 7,4 SR terjadi lagi yang berpusat di 25 km timur laut Kabupaten Donggala.

Nur Faidah, salah satu warga Kecamatan Marawola, Kabupaten Donggala saat dikonfirmasi mengatakan gempa yang terjadi di Donggala menyebabkan sejumlah rumah mengalami rusak parah. Bahkan puluhan rumah di sekitar Perumnas Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Donggala banyak yang mengalami rusak parah.

“Ya, ini barusan gempa besar. Ini di sekitar perumahan banyak yang rusak parah. Tembok retak-retak, bahkan ada yang roboh,” katanya saat dihubungi melalu telepon seluler.

Nur, menambahkan malam ini kondisi Donggala terutama di Kecamatan Marawola gelap gulita. Listrik padam. Semua warga di luar rumah dan mencari tempat yang aman.

“Ini gelap semua. Listrik padam. Kami dan orang-orang ada di luar rumah. Karena takut terjadi gempa susulan,” ujarnya. (*)