Revitalisasi Tugu Pahlawan Indonesia, Langkah Selamatkan Sejarah Bangsa

oleh

MACCANEWS– Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono dan Asisten 1 Sulsel Andi Herry Iskandar yang juga mantan Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar prihatinan pada kondisi tugu Pahlawan Indonesia yang terletak di Jalan Ujung Pandang, tugu ini berseberangan dengan jalan dengan Benteng Ford Rotterdam.

Sabtu siang (1/9) mereka melakukan langsung peninjauan melihat kondisi tugu yang masih berdiri kokoh tapi tidak terawat dan memprihatikan. Tumpukan seng dan kayu juga ada.

Sumarsono pada kesempatan tersebut juga bertanya langsung warga yang saat itu berada di lokasi, apakah mengetahui keberadaan tugu yang dibangun tahun 1951 ini?

“Tugu pahlawan ini mau tidak mau harus direvitalisasi kawasannya, dalam rangka jas merahlah, jangan sekali kali melupakan sejarah, itu kan pertanda simbolik banyak cerita dibaliknya, namanya citra kepahlawan,” kata Sumarsono.

Ia menyebutkan, tugas dan tanggungjawab kedepan saat ini jangan sampai tugu ini hilang dan generasi selanjutnya terputus akan pengetahuan tugu bersejarah ini. Serta sebagai upaya menyelamatkan sejarah bangsa.

“Generasi umur 30an ke bawah, mungkin itu banyak hal yang tidak bisa bicara mengenai Indonesia, yang dibicarakan zaman now, karena itu tugas mengindonesiakan manusia Indonesia, antara lain upaya merevitalisasi benda-benda, cagar budaya dilakukan,” sebutnya.

Revitalisasi, baik pada zaman kerajaan, penjajahan dan era kemerdekaan perlu dilakukan. Tujuannya, agar jati diri bangsa tidak terputus. Apalagi, saat ini masyarakat sangat terbatas akan pengetahuan dan pengalaman merasakan langsung peninggalan cagar budaya, ini ditambah karena ada sebagian tidak diketahui keberadaanya.

“Orang datang ke Benteng Rotterdam, dia lebih banyak merasakan dan seolah-olah berada di masa lalu, berbeda dengan hanya membaca buku, oleh karena itu titik-titik sejarah ini, itu harus dimunculkan kembali kawasan ini,” uajrnya.

Ia juga menyebutkan bahwa tidak boleh ada bangunan sekitar dan harus mengikuti aturan yang ada.
Cagar seperti ini juga harus dikelolah oleh UPTD budaya.

Keprihatinan sama dengan Benteng Somba Opu, bangunan bersejarah tersebut tidak dikelola oleh UPTD.

“Ini namanya pelan-pelan membiarkan sejarah terkubur, membiarkan generasi muda ini terputus dari jati dirinya sebagai warga bangsa. Maka UPTD harus ada. Saya bilang, kalau perlu dua UPTD yang ada di Rinra (Triple C), dilebur, satunya untuk UPTD di sana, saya lagi minta rapat mengenai itu,” paparnya.

Dari pengalamannya meninjau, Sumarsono menyebutkan bahwa Tugu Pahlawan Indonesia bangunannya masih ada, tulisan pun masih tampak jelas.

Untuk revitalisasi pihak Pemprov sudah rapat, tim juga sudah turun ke lokasi untuk meninjau dan melakukan perencanaan.

Ia juga mengomentari terkait hadirnya bangunan liar sekitar lokasi. Padahal membangun di sekitar pesisir perlu aturan. Pemerintah Provinsi juga punya kewenangan melakukan pengawasan pembangunan pesisir, sejak urusan pesisir diserahkan ke Pemprov, dimana dahulu merupakan urusannya Pemerintah Kota Makassar.

“Cuma ada kepentingan Wali Kota, bahwa tidak boleh ada bangunan berdiri tanpa IMB,” sebutnya.

Revitalisasi Tugu Pahlawan, imbuhnya, jangan pernah dibongkar karena revitalisasi untuk pendidikan sejarah bangsa, untuk generasi bangsa ke depan yang bermartabat.

“Jadi saya kira itu intinya, segera direvitalisasi, semoga masa waktu saya ini, saya akan intensif menangani,” harapnya.

Sementara itu, masyarakat yang berada di lokasi saat itu, ada yang mengetahui keberadaan tugu ini, ada juga yang tidak.

Yusuf misalnya, salah satu warga sekitar yang telah berjualan tidak jauh dari lokasi mengatakan, selama tokoh pejuang kemerdekaan Mayjen (Purn) H. Andi Mattalatta masih hidup tidak ada bangunan di sekitar tugu.

“Selama Pak Andi Mattala sudah meninggal, tidak diurus, dulu tidak ada pembangunan di sekitar sini. Saya 30 tahun di sini, apalagi sekarang pejuang sudah tidak ada,” sebutnya.

Sementara itu masyarakat atau wisatawan yang berada di sekitar lokasi atau yang sedang berada dan menikmati akhir pekan di Benteng Rotterdam juga tidak mengetahui adanya tugu ini.

“Saya tidak tahu, kalau ada tugu,” ujar Dilla.(*)