Anak Korban Bencana, Putus Sekolah Menjadi Perhatian Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe

oleh

MACCANEWS- Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka mengatakan, jaminan pendidikan korban gempa yang mengungsi di Parepare menjadi perhatian Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe.

“Pak Wali menginstruksikan agar Dinas Pendidikan dan Lurah terus melakukan pendataan bagi anak korban bencana yang putus sekolah dan menggratiskan seragam dan alat tulis,”Ujarnya.

Pendataan anak pengungsi yang mulai bersekolah di sejumlah SD dan SMP di Kota Parepare juga tak luput dari perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare.

Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan perhatian khusus bagi anak pengungsi, korban bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal senada juga dikemukakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Parepare, Arifuddin Idris menjelaskan, saat ini terdata 36 orang anak yang mengungsi di Kota Parepare yang sudah mulai bersekolah.

“Saat ini sudah ada 27 orang di tingkat SD dan 9 di tingkat SMP, namun ini baru sebagian kecil yang  melaporkan datanya ke Dinas dan kami  berharap pihak sekolah segera melaporkan ke kami data anak yang belum terdata,”Ujarnya, Rabu, (10/10/2018).

Arif mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah memberikan edaran kepada pihak sekolah untuk mendata kebutuhan anak pengungsi yang bersekolah, dan memfasilitasi secara gratis, seperti alat tulis dan baju seragam bagi mereka yang belum memiliki, dan menerima mereka tanpa administrasi karena bisa kita cek nanti datanya lewat aplikasi online.

Arif juga mengajak kepada pihak sekolah khususnya guru dan peserta didik untuk memberikan perhatian khusus kepada anak pengungsi korban bencana tersebut dan menghibur mereka setidaknya mengurangi beban dan trauma mereka pasca bencana,” Ujarnya (Andi Fajar)