Dihadapan Pejabat Eselon II Pemprov Sulsel, Wagub: Kepala OPD Harus Bisa Terjemahkan Lima Program Prioritas

oleh

MACCANEWS- Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka Assesment Pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulsel, yang dilaksanakan di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN) Antang, Sabtu (20/10/2018). Assesment dilaksanakan untuk mencari pejabat Eselon II atau Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang bisa menerjemahkan lima program prioritas yang telah disusun bersama Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah.

Andi Sudirman mencontohkan, di korporasi, saat manajer mengangkat pejabat, tentunya yang bisa bekerja dan bertanggung jawab.
“Di korporasi misalnya, manajer tidak akan mau mengangkat yang tidak segaris dengannya. Jadi yang dipikir yang di atas-atasnya saja, bawahnya tidak,” ujarnya.

Menurutnya, sistem korporasi bisa diadopsi ke dalam sistem pemerintahan. Jika korporasi profit oriented, pemerintahan juga harus begitu.

“Pemerintah kalau kasi bantuan harus jelas, outputnya apa. Itu yang saya maksud profit oriented di pemerintahan. Efisiensi, efektifitas, dan profit oriented harus melekat pada pemerintahan. Kalau tidak, bisa boros anggaran,” tegasnya.

Para pejabat Eselon II yang mengikuti assesment, lanjutnya, akan tetap dievaluasi setiap enam bulan. Sistem TPP juga akan dimodifikasi mengikuti beban dan resiko kerja, yang harus seimbang.

“Akan dinilai semuanya. Kalau bekerja dengan baik, akan dinikmati hasilnya,” pungkasnya.

Mengingat pentingnya hasil assesment, Wagub berharap tim yang terlibat bisa profesional. Sehingga, hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

“Kadang-kadang orang tepat, tapi ditempat yang salah. Kita harap melalui assesment ini, orang tepat ditempat tepat,” ujarnya.

Andi Sudirman menegaskan, akan memantau langsung bagaimana cara OPD membuat nomenklatur. Apakah bisa kreatif sesuai kebijakan yang telah disusun bersama Gubernur Prof Nurdin Abdullah.

“Saya simpel, outputnya saya akan lihat di 2019 apakah sesuai. Apakah aktual di lapangan, ketika menerjemahkan arah program prioritas kita. Ini bukan menguji kepintaran, tapi kecocokan sesuai arah lima program prioritas kami. Kalau saya pribadi, saya fair. Kalau tiga tahun ke depan saya tidak ada gunanya di masyarakat, saya akan berhenti,” tegasnya. (*)