Kepada Gubernur Sulsel, BBPJN XII Makasssar Laporkan Sejumlah Proyek Jalan di Sulsel

oleh

MACCANEWS- kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar ( BBPJN XIII), Miftahul Munir mendatangi kantor Gubernur Sulawesi Selatan untuk melaporkan ada ratusan kilometer jalan dan tugas-tugas rutin BBPJN XII Makasssar.

Usai diterima langsung Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, Rabu (10/10/2018). Miftahul Munir mengutarakan telah melaporkan yang menjadi fokus BBPJN Makasar, teasuk jalan Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata)

“Ada seratus tujuh belasan kilometer jalan di Sulsel. Kita juga fokus menyelesaikan jalan Nasional, termasuk jalan Mamminasata yang mana beberapa masalah lahan termasuk penetapan lokasinya telah berakhir. Kami bermohon ke bapak Gubernur untuk dapat diperpanjang, agar bisa dilanjutkan secepatnya tahun depan,” ujarnya.

“Dari 48 kilometer baru 13 kilometer yang terselesaikan. Untuk kelanjutannya, tadi kita memberikan masukan ke pak Gubernur kontrak pertama yang kita lanjutkan di tahun 2019 kita berharap bisa didorong ke investasi tol. Kalau kita memakai APBN, tahun depan belum tentu bisa diselesaikan,” sambungnya.

Kemudian, Miftahul juga melaporkan ke Gubernur Sulsel terkait jalan di kota Makassar mulai dari jalan Perintis Kemerdekaan, hingga di daerah Antan, dan jalan Sultan Alauddin kota Makassar.

“Terus proyek selanjutnya model Outer Ring Road itu dari Perintis, Antang sampai ke Alauddin kota Makassar. Cuma kita baru bisa selesaikan kontrak 3 kilometer, insya Allah tahun ini kita selesaikan. Yang sisanya daerah Batua-Borong, itu belum bisa kita lanjutkan karena kendala lahan. Kalau lahan sudah dibebasnkan karena wewenang pak Gubernur kita juga bisa selesaikan secepatnya tahun depan, kalau gak salah Pemerintah kota Makassar yang telah disepakati untuk membebaskan lahannya,” ujarnya.

Bahkan jalan poros kota Pare-Pare menuju kabupaten Pinrang perbatasan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga ikut dilaporkan pihak BBPJN XIII Makasssar.

“Kami juga melaporkan proyek jalan dari kota Pare-Pare menuju kabupaten Pinrang, hingga perbatasan Sulawesi Barat. Kurang lebih Empat ratus miliar minggu ini kita akan buka kontrak, dan kita targetkan akhir tahun 2019 kita bisa selesaikan bersama jalan rusak lainnya.

Bahkan pembangunan jalan tol Pettarani kota Makassar yang pelaksanaan baru dilaksanakan beberapa minggu ikut menjadi laporan BBPJN XIII Makasssar dihadapan Gubernur Sulsel.

“Tadi juga melaporkan pembangunan jalan tol Pettarani kota Makassar. Beberapa kendala seperti pipa PDAM. Sebetulnya sudah ada kesepakatan dengan PDAM kita meminta bantuan dari bapak Kejati dan kasi Intel, jadi nanti akan dihendel sama investor. Nanti pipa yang ditengah itu, kita akan pasang pipa baru di lajur kiri paling lambat.kemarin kita minta paling pinggir tetapi, kendalanya rupanya disana banyak pipa seperti pipa solar, ada pipa PLN dan beberapa pipa lainnya,” sebutnya.

“Kalau kita pasang di paling pinggir diatasi saluran itu mengganggu akses properti disamping-samping jalan disamping itu pipa mentines PDAM sulit. Ada beberapa aset kami rusak akibat dibongkar itu, kami Koordinasi ke pusat, kita diizinkan pasang tempat tertentu. Yang jelas investor nanti mengembalikan fungsinya seperti semula. Kami mohon maaf kepada masyarakat kota Makassar atas gangguan akibat pelaksanaan pengerjaan tol pettarani ini,” pungkasnya. (*)