Surat Edaran Diprotes, Ketua Pandawa: Itu Aspirasi, Bukan Produk Hukum

oleh

MACCANEWS- Menyikapi persoalan surat edaran Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman yang mengundang berbagai polemik dan tafsiran, ditanggapi berbeda oleh Ahmad Nur, Sekretaris Forum Komunikasi Relawan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), yang juga ketua Pandawa Nurdin Abdullah.

Ahmad Nur menilai, jika melihat substansi dan redaksi poin-poin dalam surat edaran itu, satupun
tidak ada yang bersifat mengikat, justru yang ada adalah himbauan.

“Himbauan itu sifatnya mengajak masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu,
bukan memaksakan untuk melakukan sesuatu, jadi sangat keliru jika ditafsirkan sebagai produk
hukum yang sifatnya mengikat”, ungkapnya, Senin (15/10/2018) dinihari.

Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Wakil Gubernur adalah bentuk peringatan dini dan sifat
kehatian-hatian dalam melakukan sesuatu. Ahmad Nur menambahkan, bahwa Surat Edaran merupakan instrumen administratif yang
bersifat internal.

“Surat Edaran itu ditujukan untuk memberikan petunjuk atas dasar aspirasi masyarakat
terhadap hal yang berkembang saat ini, tujuannya adalah menindaklanjuti masukan dan aspirasi
agar menjadi perhatian bersama, jadi terlalu jauh jika kita menafsirkannya sebagai suatu produk
yang mengikat,” tambahnya.

Terkait kesalahan dari sisi tata pemerintahan, itu murni kesalahan staf yang menyebarkan surat
tersebut. (*)