Walk Out dan Boikot Fraksi Golkar, tak Pengaruhi Pembahasan Agenda DPRD Sulsel

oleh

MACCANEWS- Fraksi Partai Golkar tak hanya walk out dalam rapat paripurna DPRD Sulsel yang berlangsung Rabu (21/11) pukul 09.00 wita, namun fraksi ini juga memboikot rapat badan anggaran (Banggar) yang digelar pada sore hari.

Ketua Fraksi Partai Golkar,  HA Kadir Halid mengungkapkan fraksinya meninggalkan ruang paripurna dengan alasan telah menyerahkan tanggapan fraksinya ke pimpinan dewan.

“Tanggapan Fraksi Golkar sudah diserahkan ke pimpinan dewan, jadi buat apa lagi kita tinggal. Lagipula Gubernur Sulsel tak mendengarkan tanggapan fraksi-fraksi karena ada urusan lain. Saya melihat hal ini merupakan pelecehan terhadap institusi legislatif,” ujar Kadir Halid

Sementara legislator PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni mengatakan hanya Fraksi Golkar yang tidak sepakat. Kata Rudy Pieter Goni semua fraksi di DPRD Sulsel diluar Golkar telah sepakat melanjutkan pembahasan.

“Hanya Fraksi Golkar saja. Fraksi lain semua sepakat melanjutkan pembahasan. Kalo ada perbedaan pemikiran itu hanya dinamika saja, tapi kepentingan Rakyat tetap di kedepankan  dan harus menjadi prioritas. Menurut saya, pak Gubernur Nurdin Abdullah sudah sangat gentleman, dengan mendatangi rapat paripurna dan meminta maaf dalam forum terhormat,” ujar Rudy Pieter Goni.

“Sikap yg mendapat apresiasi dari anggota DPRD dengan tepuk tangan riuh yg menandakan persetujuan utk pak NA meninggalkan ruangan,” ucapnya.

Sebagai kader pengusung Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel lalu, Rudy tetap konsisten mengawal dan bersama dalam pemerintahan Nurdin Abdullah bersama Wakilnya.

“Kalo ada yang berbeda sikap, kita tanggapi dengan bijak . Bahwa itu juga bagian dari fungsi dewan. Yang pasti, rapat Banggar tetap berjalan dengan baik, dan berkomitmen tanggal 26 telah menyelesaikan semua pembahasan RAPBD 2019,” pungkasnya. (*)