Maulid di STIA Al Gazali Kampus Dua Bojo

oleh

MACCA.NEWS-  Kampus 2 STIA Al Gazali Barru melaksanakan kegiatan Peringatan maulid nabi besar Muhammad Saw, adapun selaku pembawa hikmah maulid pada acara tersebut adalah Ustadz Muhammad Fadli Alimuddin, beliau adalah Salah seorang tenaga Dosen di kampus tersebut, sekaligus putra Mallusetasi.

Adapun kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa dosen-dosen dan DANRAMIL mallusetasi Kab. Barru.

Ustadz Muhammad Fadli, menyampaikan isi cerahanya adalah, dalam perjuangan dakwah nabi saw, yang ikut mengsukseskan penyebaran agama Islam di belahan jazirah Arab adalah para pemuda-pemuda yang memiliki semangat jihad bersama nabi saw. Maka pada saat ini kita harusnya siap mengkaderisasi para pelanjut kepemimpinan bangsa ini. Di pundak pemudalah ad asa dan harapan besar khususnya para Mahasiswa sebagai “agent of control and agent of change” mereka adalah agen perubahan sosial.

Beliau juga, menyampaikan salahsatu ayat yang beliau kutip dalam al qur’an surah Maryam ayat 59 yang berisi (akan lahir generasi berikutnya yang senang meninggalkan shalat 5 waktu dan suka menuruti hawa nafsunya dan sesatlah mereka”. Ustadz Muhammad Fadli juga sangat perihatin dengan kondisi saat ini, sebab banyak diantara kaum muslimin yang tidak tau tujuan nya buat apa mereka diciptakan oleh Allah swt, bukan kah Q. S as dzariyat: 56 (tidaklah aku ciptakan dari bangsa jin dan manusia kecuali untuk beribadah).

Sosok Muhammad Fadli sangatlah sederhana dalam menyikapi hidup, sebab beliau paham sekali tentang konsep hidup yang sesungguhnya adalah milikilah sifat “al qona’a” yaitu sifat selalu merasa cukup dalam memknai rezki Allah swt.

Harapan pembawa hikmah maulid nabi saw adalah pada tahun politik 2019 dan 2020 mari kita satukan tekad agar tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan dan tetap mengedepankan asas kesetaraan dan kesamaan sebagai warga Indonesia. Mari kita wujudkan “BALDATUN THOYYIBAH WA RABBUN GAFHUR” negeri yang aman, damai dan tentram dibawah naungan lindungan Allah swt. Janga kita cemari panggung politik hanya karena veda pilihan, mari kita dewasa dalam menafsirkan DEMOKRASI BER-KEMAJUAN, agar supaya kita bisa tetap mrnjadi “Kuntum khaira ummah” kalian (muslim) sebaik-sebaik ummat.

Momentum peringatan maulid nabi saw 1440 H, adalah sarana membuka kembali lembaran sejarah kelahiran, perjuangan Nabi saw hingga beliau wafat. Semoga kita semua ummat muslimin mampu istiqomah pada ajaran Islam hingga ajal menjemput, itu ujar prmbawa hikmah maulid bapak ustadz Muhammad Fadli Alimuddin, putra Mallusetasi Barru. (*)