144 Petugas KPPS Meninggal, Kenapa Kelelahan Bisa Sebabkan Kematian? 

oleh

MACCA.NEWS- Komisi Pemilihan Umum (KPU) berulang kali merilis data terkini jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal, sakit maupun kecelakaan dalam melaksanakan tugasnya di Pemilu 2019.

Beratnya tugas menyelenggarakan dan mengawasi jalannya pemilu sebenarnya tidak hanya dialami para petugas pemilu tahun 2019 ini, tapi juga tahun 2009 lalu. Pada tahun 2009 lalu ada sejumlah petugas pemilu yang mengalami kelelahan, muntah darah, stroke, serangan jantung, kecelakaan akibat kelelahan, atau bahkan juga meninggal.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam telah mewanti-wanti dampak buruk kelelahan akibat menjadi petugas pemilu ini.

“Tubuh kita ini ada batasnya. Jika terus dipaksa untuk beraktivitas, maka tubuh kita akan mengalami kelelahan. Dampak kelelahan ini adalah gangguan kesehatan secara umum, kambuhnya berbagai penyakit kronis dan menurunnya daya tahan tubuh seseorang. Kelelahan serta stress yang tinggi juga akan sangat mengganggu proses metabolisme dan hormonal di dalam tubuh kita,” papar Ari.

Dampak kelelahan ini dapat berakibat serius bagi kesehatan. Apalagi, jika kondisi ini diperburuk oleh konsumsi rokok yang terus menerus disertai konsumsi suplemen dan minuman berenergi yang umumnya mengandung ginseng dan kafein.

“Kelelahan berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan sistem pencernaan, gangguan sistem jantung dan pembuluh darah termasuk pembuluh darah otak, serta penurunan daya tahan tubuh,” terangnya.

Apabila sudah ditemukan mengalami gangguan kesehatan seperti mual muntah dan sakit kepala serta nyeri dada, mereka harus segera berhenti beraktivitas dan mengobati gangguan kesehatan tersebut.

Selain itu, Ari juga meminta mereka untuk tetap mempertahankan jumlah tidur minimal 6 jam sehari. “Di mana ada kesempatan untuk beristirahat, maka dianjurkan untuk beristirahat,” pesan Ari.

Sebaiknya di sela waktu makan, ada makanan lain yang juga mereka konsumsi, terutama makanan yang sehat tidak mengandung coklat, keju, berlemak, atau goreng-gorengan.

“Lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur-sayuran. Di waktu antara makan baik juga untuk selalu mengonsumsi buah. Mengurangi mengisap rokok, minuman bersoda, minum kopi jangan berlebihan, maksimal 2 gelas sehari,” saran Ari.

Ari juga mengimbau para petugas pemilu agar minum air putih sebanyak minimal 2 liter per hari dan sebaiknya juga menghindari minuman yang berkafein atau mengandung ginseng. (*)