Harga Panen Petani Rambutan di Lutra Anjlok, Peran Pemda Dimana?

oleh

MACCA.NEWS- Luwu Utara merupakan kabupaten penghasil rambutan terbesar di sulsel, banyak dari masyarakatnya bertani buah-buahan musiman salah satunya rambutan, sayangnya harga rambutan saat ini dikeluhkan oleh banyak petani, Selasa (9/4/19)

Hal yang sama dirasakan oleh petani rambutan di desa mappedeceng , kabupaten lutra Ardhan, ia mengatakan banyak masalah yg di hadapi masyatakat lutra saat saat ini yang notabene banyak petani,

“masalah yg di hadapi masyatakat lutra saat saat ini yang notabene banyak berprofesi sebagai petani yang hanya mengandalkan hasil tani salah satunya hasil pertanian pertahunnya sayangnya harga panen setiap harinya merosot seperti rambutan, durian dan kelapa sawit” ungakpanya Ardhan ditemui dikediamannya Dusun Nanna, Desa Mappedeceng.

Ia menambahkan contohnya saat ini lagi musim rambutan, dan musim pencalegkan janganmi percaya janji-janji buktikanmi,

“harga hasil panennya tiap hari makin merosot sebagai contoh hasil panen rambutan sekrng di lutra sisa 2rb/kg begitupun degan hasil tani lainnya. Sekarang ini musim pencalegkan dan kampanye sampai saat ini blum ada caleg yg mengutarakan visi misi untuk mensejatrakan kaum petani lutra, kira-kira apa solusi daru caleg itu nantinya jikalau mereka menjabat,Janganna sibuk ji trus fokus bagi-bagi proyek” tutup Ardhan yang djumpai dtempat yang sama.

Perlu untuk diketahui selain durian dan langsat Rambutan memang adalah salah satu primadona buah di Lutra yang banyak dinanti oleh daerah lain menanti musimnya tiba.

Qadri salah satu pemuda mappedeceng memberikan kritikannya terhadap Pemda ia mengatakan, disaat harga pertanian para petani mengalami fluktuasi, yang berdampak pada lemahnya penghasilan para petani, sebenanyar disinilah peran Pemerintah Daerah,

“disaat harga pertanian para petani mengalami fluktuasi, yang berdampak pada lemahnya penghasilan para petani, sebenanyar disinilah peran Pemerintah Daerah, melakukan sidag terhadap anjloknya harga rambutan para petani”

Ia menambahkan anjloknya harga rambutan petani bisa diakibatkan oleh permainan harga para pengumpul rambutan,

“rambutan yang berasal dari petani lutra lutra saat ini dibeli pengumpul dengan harga 200/kg yang biasanya 500/kg, bisa saja ini permainan pengumpul rambutan yang ingin untung banyak sebab petani tidak tahu menahu persoalan dari mana harga tersebut bisa diberlakukan, ketika saya mengecek harga rambutan di kota Makassar harga perkilonya jauh lebih tinggi srkitar 10-20 ribu/kg, kalau memang benar ada permainan harga bainya Pihak Pemda terkait melakukan sidak”Tutup Qadri yang di hubungi Via Whatsapp. (*)