KPU Usul Terapkan E-Countingdalam Pemilu

oleh
Petugas lepas KPU DKI memasukkan data ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng) DKI Jakarta di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Senin (22/4/2019). Hasil penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimuat dalam Situng milik KPU masih terus bergerak dan ditampilkan dalam portal pemilu2019.kpu.go.id. SP/Joanito De Saojoao.

MACCA.NEWS– Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz mengusulkan agar menerapkan penghitungan secara elektronik atau e-counting dalam pemilu berikutnya. Menurut Viryan, petugas KPU mengalami masalah ketika proses penghitungan yang memakan waktu yang cukup lama.

“Permasalahan yang dialami teman-teman kami sebagian besar kelelahan karena menghitung, bukan melayani masyarakat atau pemilih menggunakan hak pilihnya,” ujar Viryan di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Karena persoalan terletak pada cara menghitung, kata Viryan, maka diperlukan teknologi untuk mempermudah menghitung perolehan suara. Salah satunya dengan e-countingyang bisa mulai diterapkan pada pilkada-pilkada pasca-Pemilu Serentak 2019.

“Melihat kondisi saat ini ke depan, paling tidak menjadi wacana bisa diterapkan mulai pilkada setelah Pemilu 2019, patut untuk dipertimbangkan menggunakan mekanisme e-counting,” ungkap dia.

Dalam mekanisme e-counting, kata Viryan, pemungutan suara tetap dilakukan secara manual dengan menggunakan surat suara. Namun, lanjut dia, penghitungan suaranya dilakukan secara elektronik.

“Jadi nanti surat suara dimasukkan ke dalam alat sehingga nanti hasilnya langsung terkonfirmasi, nah ini lebih efisien,” tutur dia.

Yang perlu diperhatikan, menurut dia, adalah alat yang digunakan untuk menghitung suara secara elektronik. Alat tersebut, kata dia, harus canggih dan handal sehingga margin of error-nya kecil dan bila perlu tidak ada margin of error karena satu suara sangat berarti.

“Kemudian tetap ada mekanisme konfirmasi apabila dilakukan penghitungan atau konfirmasi terhadap suara yang masuk,” kata dia.

Lebih lanjut, Viryan mengatakan sebenarnya ada pendekatan lain untuk menggunakan sistem elektronik dalam pemilu, yakni e-voting atau pemungutan, penghitungan suara sampai hasil pemilu dilakukan secara elektronik dan e-rekap atau proses rekapitulasi secara elektronik. Namun, menurut Viryan kebutuhan yang mendesak saat ini adalah e-counting.

“Kalau lihat kebutuhan sekarang, yang perlu dipertimbangkan untuk diterapkan adalah e-counting. Namun, ini masih tergantung pembuat undang-undang,” pungkasnya. (*)