Panglima PAS08 Minta Kepala Daerah Mundur, Ahmad Nur : Kepo !

oleh

MACCA.NEWS- Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei, pasangan presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dinyatakan kalah di Sulawesi Selatan dari pasangan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Meski sudah ada pernyataan dari BPN untuk tidak mempercayai hasil quick count lembaga survei, Panglima PAS08, Ryan Latief, sudah memastikan bahwa Prabowo-Sandi menang di Sulsel, dan meminta kepada seluruh kepala daerah yang mendukung Jokowi-Ma’ruf untuk mundur dari kursi jabatannya sebagai bentuk sikap ksatria.

Sebelumnya, Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution, menyatakan mundur dari jabatannya ketika mengetahui di daerah yang dipimpinnya Joko Widodo-Ma’ruf Amin kalah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Forum Komunikasi Relawan Jokowi 2 Periode (Forkom Relawan JKW2P), Ahmad Nur, menganggap Panglima PAS08 terlalu jauh mengurusi internal rivalnya.

“Wah ada yang kepo ! Katanya tidak percaya quick count. Kok sampai mengurusi internal rivalnya, kapasitasnya apa untuk menilai sampai kesitu. Sikap ksatria itu harusnya ditunjukkan oleh Capresnya, untuk tidak membangun opini melalui deklarasi kemenangan sebelum ada pengumuman resmi dari penyelenggara Pemilu, tegasnya, Kamis (25/4/2019).

Salah satu lembaga survei LSI (Denny JA) yang mengeluarkan hasil quick count atau hitung cepat menempatkan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai peraih suara terbanyak pada Pilpres 2019 dengan rincian hasil sebagai berikut : Nomor Urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 55,79 % dan Nomor Urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno : 44,21 %. (*)