Pengamat Nilai PSU Berpeluang Hadirkan Pelanggaran Lebih Besar

oleh

MACCA.NEWS- Komisi pemilihan Umum (KPU) kota Makassar merencanakan akan melakukan, Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah TPS, rencana tersebut bakal digelar, Sabtu (27/4) besok.

Pengamat politik Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono mengatakan PSU adalah proses penyelesaian kecurangan dari pemilihan umum yang, 17 April lalu.

“PSU didesain untuk menyelesaikan masalah yang terjadi akibat terjadinya pelanggaran atau kecurangan yang terjadi di satu atau beberapa TPS,” kata Arief Wicaksono, Jumat (26/4).

Akan tetapi, Arief Wicaksono tetap mengingatkan kepada semua pihak agar berhati-hati dalam pelaksanaan PSU. Sebab, PSU bagi dia sangat rawan disusupi oknum yang memiliki kepentingan pada pemilihan umum khususnya pemilihan legislatif.

“Dalam perkembangannya, PSU bisa saja menjadi ruang terjadinya pelanggaran berikutnya ditempat yang sama, ketika penyelenggara pemilu tidak punya integritas, tidak punya kredibilitas dan ada kekuatan ekternal yang mendorong penyelenggara untuk memainkan PSU,” tambahnya.

Sementara, pengamat politik lainnya, Nurmal Idrus mengutarakan, KPU memiliki peran berat kembali meyakinkan partisipasi masyarakat untuk melakukan PSU.

Mereka mengusahakan agar membantu KPU mengajak kembali pemilih ke TPS. Sebab persoalan besar bagi PSU itu biasanya pada partisipasi pemilih. Orang enggan lagi ke TPS karena merasa bosan dianggap tak ada gunanya lagi berhubung hasil pemilihan sebelumnya sudah diketahui,” ujarnya.

Nurmal Idrus menambahkan pelaksanaan PSU akan menjadi bayangan kecurangan pemilu legislatif bagi para calon anggota legislatif (caleg).

“Bagi capres menurut saya ini tak terlalu berpengaruh signifikan lagi terhadap posisi pemenang. Namun, bagi caleg dan parpol tentu sangat berpengaruh. Karena pada beberapa wilayah hasil PSU bahkab bisa mengubah perolehab suara dan komposisi keterpilihan caleg di DPRD,” ungkapnya. (*)