Tumbuhkan Pemberdayaan Ekonomi di Kota Makassar, Ini Jurus Jitu Harun Rani!

oleh

Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar kembali menggelar sosialisasi pemanfaatan dana kemitraan, dari Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) angkatan III, di Pasar Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Senin (15/4/2019).

Dalam kegiatan tersebut Kadis Koperasi dan UKM Kota Makassar, Harun Rani, berpesan, bahwa dalam mewujudkan program Gerakan Sadar Koperasi dalam kaitannya mendorong peningkatan ekonomi kreatif, masyarakat penerima dana bergulir senantiasa bertanggungjawab dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Jangan sampai niat kita mau membantu, mempermudah, ujung-ujungnya kita yang masuk berproses hukum. Jadi, mariki manfaatkan dan kelola sebaik-baiknya dana bergulir ini untuk peningkatan usaha kita,” kata Harun Rani, di depan ratusan peserta acara.

Harun Rani mengingatkan, tak sedikit oknum terjerat kasus hukum karena kesalahan peruntukan dari dana bergulir ini. Olehnya, Harun menegaskan dalam prosesnya, banyak hal yang harus ditelaah secara cermat sebelum dana bantuan UKM ini tersalur.

“Bukan kami sebagai pemberi rekomendasi dan memfasilitasi bantuan UKM ini mau membatasi. Justru kami ingin kelancarannya agar programnya terealisasi dengan tepat agar masyarakat bisa menikmati manfaatnya,” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Pembiayaan Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UKM Makassar, H. Idris Kadir mengatakan, pihaknya telah membentuk tim monitoring dan survey terkait dengan pemberian rekomendasi kelayakan kepada pelaku UKM di Kota Makassar.

“Pak kadis sudah meng-SK-kan tentang rekomendasi bantuan bergulir ini, dan saat ini sudah ratusan penerima di Makassar sudah mengelola dana tersebut, termasuk baru-baru ini UKM di Kanre Ronk Karebosi menerima dan sejumlah pasar tradisional lainnya,” ungkap Idris.

Di tempat yang sama, Hasanuddin Damis, Dosen UMI fakultas Ekonomi dan Managemen, mengatakan, dalam menggerakkan pemberdayaan ekonomi untuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan salah satu solusinya adalah koperasi.

“Maka dari itu acara semacam ini tentang penyuluhan koperasi perlu kita galakkan secara intensif dan berkelanjutan, agar ke-depan apa yang kita ingin capai dapat terealisasi,” kuncinya. (*)