Agum Gumelar: Revolusi Itu untuk Usir Penjajah

oleh

MACCA.NEWS- Sejumlah pihak menggaungkan revolusi. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar menyoroti wacana yang mencuat pascapemilu tersebut. Menurut Agum, revolusi tidak bisa dilakukan tanpa dasar yang konkret.

“Revolusi itu cuma bisa diarahkan kepada kaum penjajah dalam rangka merebut kemerdekaan. Itu dengan cara revolusi, mengusir penjajah,” ujar Agum di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/5).

Berikutnya, Agum menuturkan, revolusi terjadi apabila pemimpin bersikap otoriter sekaligus diktator. “Tapi kita lihat sekarang ini. Pak Jokowi (Joko Widodo) ini Presiden dengan pemerintahannya, di mata masyarakat kita, ada 70 persen lebih puas dengan apa yang dikerjakan,” ucap Agum.

Agum mensinyalir terdapat upaya yang bertujuan mengganggu soliditas TNI dan Polri. Agum menyinggung aksi unjuk rasa yang beberapa kali terjadi di Indonesia. “Suara yang dikumandangkan pengunjuk rasa waktu itu, “polisi musuh kita, TNI kawan kita”,” kata Agum.

Agum pun menyebut, “Wah itu jelas upaya memecah belah. Di sinilah TNI-Polri jangan sampai termakan oleh upaya ini. Kalau people power itu harus 80 persen lebih rakyat tidak puas, harus begitu. Ini enggak, ini jauh. Ini sebatas ekspresi ketidakpuasan. (*)