Danny Tanggapi Disimulasikan Berpaket None, Pakar: None Miliki Imaginasi Tentang Masa Depan

oleh

MACCA.NEWS- Tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) kota Makassar tidak lama lagi digelar. Meski dilaksanakan tahun 2020, namun proses penjaringan bakal calon diberbagai partai politik sudah dimulai di tahun 2019 ini.

Sejumlah nama-nama bakal calon Walikota Makassar sudah bermunculan, termasuk incumbent Walikota Makassar, Moh Ramadhan’ Danny’ Pomanto (DP) memastikan ikut di pertarungan politik Pilwali Makassar tahun mendatang.

Kepada DP, Macca.news mencoba mensimulasikan DP berpaket dengan salasatu birokrat senior Sulawesi Selatan (Sulsel), Irman Yasin Limpo (None) yang juga pernah bertarung di Pilwali Makassar lima tahun lalu (2013). Saat itu, DP berpasangan, Syamsu Rizal sebagai pemenang Pilwali Makassar, dan None sebagai pemenang kedua dari 10 pasang calon saat itu.

DP sapaan akrab Danny Pomanto yang kini menjadi politisi partai NasDem menanggapi baik munculnya, None sebagai bakal calon Walikota Makassar. Dirinya mengatakan dalam politik kemungkinan apapun bisa saja terjadi.

“kalau politik cair berarti semua mungkin saja terjadi, termasuk saya berpaket dengan pak None semua mungkin bisa terjadi,” singkat DP, Rabu (22/5/2019) pagi.

Sementara, Direktut Pengkajian Materi BPIP RI, Muhammad Sabri AR menyebutkan, None memiliki jiwa kepemimpinan masa depan yang jelas terlihat sangat baik dalam menjalankan tugasnya sebagai salasatu birokrat di Sulsel.

“None bagi saya seorang birokrat yang berdedikasi tinggi, profesional dan punya integritas. None juga punya “imaginasi” tentang masa depan. Imaginasi sangat penting dimiliki seorang pemimpin, agar tidak jatuh pada rutinitas teknokratis, namun dituntut juga punya visun skolar dan None memiliki itu,” kata Muhammad Sabri AR.

Kehadiran None juga mendapat reaksi dari akademisi Universitas Hasanuddin, Dr Aswar Hasan. Dia menilai kapasitas None tidak diragukan dalam mengurusi Pemerintahan. Sebab, None sebagai birokrat sangat memahami tata kelolah pemerintahan.

‘Sebagai birokrat, jika none maju maka kapasitasnya tidak akan diragukan dan itu menjadi nilai tambah. Jika saja terpilih, tidak lagi membutuhkan waktu untuk adaptasi dalam usaha memahami watak dan cara kerja birokrasi pemerintahan,” kata Aswar Hasan.

“Disamping itu, none juga sudah pernah maju sebagai calon Wali kota, maka dia dia memiliki pengalaman bertarung di Pilwali Makassar, yang tentu bisa jadi modal dalam memahami seluk beluk Pilwali. Tinggal bagaimana meningkatkan potensi dan peluangnya. Tantangannya adalah bagaimana mendapatkan kendaraan dan pasangan yang tepat serta tim sukses yan andal dan solit serta dukungan finansial yang maksimal untuk memenangkannya di Pilwali nanti,” jelas Aswar Hasan. (*)