Demi Nama Baik Pemerintahan, Gubernur Diminta Sebutkan Alasan Pembatalan Pelantikan Pejabat

oleh

MACCA.NEWS- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah berencana akan melantik ulang pejabat eselon di lingkup Pemprov yang sebelumnya dilantik oleh wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman.

Pelantikan sebelumnya yang dilakukan oleh wakil gubernur tersebut dibatalkan lantaran dikabarkan menuai konflik dan tidak sesuai prosedur admistrasi, yang mana SK para pejabat tersebut tak kunjung keluar.

Dengan begitu, Direktut Nurani Strategik, Nurmal Idrus berharap Gubernur harus memberikan alasan jelas terkait pembatalan tersebut. Karena banyaknya muncul menjadi omongan masyarakat menilai permasalahan pemerintahan di Sulsel yang dianggap kurang baik.

“Tentu harus dijelaskan. Mengapa dibatalkan dan apakah posisi pejabat tetap sama atau sudah berbeda dari sebelumnya. Namun, kita juga tetap harus menghormati upaya gubernur untuk menormalisasi keadaan dengan melakukan pelantikan ulang agar masalah tak berkepanjangan,” kata Nurmal Idrus, Selasa (14/5/2019).

Sementara, Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai seharusnya Gubernur sebagai pengendali pemerintahan harus memberikan alasan jelas pelantikan ulang pejabat eselon kepada masyarakat. Baginya, untuk menghindari kepercayaan masyarakat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kalau misalnya pak Gubernur bisa memberikan penjelasan yang bisa diterima oleh publik, maka pelantikan ulang, tak terlalu buruk kesannya,” ujar M.Asaratillah.

“Tapi sampai saat ini, belum ada penjelasan yang bisa memuaskan dahaga publik akan publik soal kontroversi yang lalu, dari pihak gubernur. Sehingga bisa jadi pelantikan ulang, lebih menggambarkan tidak bagusnya komunikasi antara Gubernur dan Wagub,” ungkapnya.

M.Asaratillah menganggap masyarakat sangat membutuhkan hasil terbaik dari pemerintahan, Nurdin Abdullah- Andi Sudirman Sulaiman dalam membangun Sulsel.

“Masyarakat sebenarnya senantiasa menunggu kabar soal kinerja yang membanggakan dari pemerintahnya, bukan hanya kabar tentang jabatan dan pelantikan,” jelasnya. (*)