Disokong Pejabat, Bahkan Pengusaha Bukan Jaminan Menangi Pilwali Makassar

oleh

MACCA.NEWS- Banyaknya bakal calon Walikota Makassar membuat Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar yang bakal digelar tahun 2020 dipastikan berlangsung seru.

Sementara kata Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai pertarungan di Pilwali Makassar akan berjalan seru jika saja yang bertarung, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (Danny Pomanto), Irman Yasin Limpo (None), Syamsu Rizal (Deng Ichal), dan Munafri Arifuddin (Appi).

M.Asaratillah menilai nama-nama tersebut memiliki keterpilihan yang besar di Pilwali Makassar. Baginya mereka semua sudah memiliki kantong-kantong suara yang dianggap masih solid.

“Saya rasa nama-nama seperti Danny Pomanto, None, Daeng Ichal dan Appi masih punya peluang besar. Keempatnya masih punya basis yang jelas dan masih terpelihara sampai sekarang,” kata M.Asaratillah, Selasa (28/5/2019).

Bahkan nama lain seperti, Tamsil Linrung dinilainya masih memiliki basis suara di masyarakat kota Makassar. Namun, sampai saat ini, Tamsil Linrung belum memberikan sinyal jelas maju di Pilwali Makassar mendatang.

“Tamsil Linrung juga punya basis sebenarnya, tapi kita belum terlalu mendengar soal niata beliau secara pribadi,” ujarnya.

Kedatangan Figur baru seperti, Sukriansyah (UQ) menjadi pertimbangan besar bagi figur-figur yang sudah pernah bertarung di Pilwali Makassar sebelumnya. Sebab, UQ bisa jadi di dukung penuh m, Wakil Gubermur Sulsel, Andi Amran Sulaiman yang tak lain adik kandung Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

“Tapi pendatang baru seperti pak UQ juga perlu diperhatikan apalagi beliau sangat dekat dengan Menteri Pertanian dan Wagub Sulsel. Ini merupakan catatan penting bagi pelaku politik yang sudah terlebih dahulu dikenal masyarakat,” tambahnya.

Tetapi bagi, M.Asaratillah meski bakal calon memiliki popularitas yang tinggi, akan tetapi tergantung perolehan kendaraan (rekomendasi) dari partai politik sebagai syarat dukungan maju di Pilwali Makassar.

“Untuk pilkada, kan ada dua lapis pertarungan. Lapis pertama di pertarungan mendapatkan kendaraan politik (rekomendasi usungan partai politik), ini biasanya tergantung dari jejaring dan komunikasi ke elit-elit partai politik. Lapis pertarungan kedua, yah pemilihan itu sendiri, yang punya prestasi dan rekam jejak tentunya yang paling layak jual di hadapan publik,” ungkapnya.

“Tetapi menangnya kolom kosong di Pilwali Makassar tahun lalu, yang saat itu kolom kosong menjadi lawan dari pasangan, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi, merupakan bukti bahwa, belum tentu kandidat yang memiliki kendaraan politik terbesar yang menjadi pemenang,” pungkasnya. (*)