Gagal di Pilkada Pangkep, Ipar NA Incar Kursi Walikota Makassar, Begini Kata Pengamat

oleh
Taufiq Fachruddin

MACCA.NEWS- Nama adik ipar Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yakni, Taufiq Fachruddin disebut-sebut bakal meramaikan bursa pemilihan walikota dan wakil Walikota Makassar yang bakal digelar tahun 2020 mendatang.

Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah mengatakan secara hak politik, Taufiq Fachruddin boleh saja maju bertarung di kursi pemilihan walikota Makassar 2020. Tetapi dia mempertanyakan baja politik, Taufiq Fachruddin yang tidak memiliki rekam jejak di perpolitikan kota Makassar.

“Pertama, pak Taufiq punya kapasitas secara pribadi, tapi yang perlu ditanyakan apakah pak taufiq mempunyai basis politik yg kuat sebelumnya di Kota Makassar?,” Kata M.Asaratillah, Minggu (5/5/2019).

“Tetapi bagi saya pak Taufiq punya hak yang sama dengan warga negara lain untuk dicalonkan, asal tetap memenuhi persyaratan pencalonan seperti yang ada di undang-undang. Terlepas apakah beliau punya hubungan keluarga dengan pak NA atau tidak,” tambahnya.

M.Asaratillah menuturkan , Taufiq Fachruddin memiliki beban berat jika maju di pemilihan Walikota Makassar karena harus berhadapan penantang yang sudah memiliki basis-basis politik.

“jika betul pak Taufiq maju sebagai cawali Makassar, maka beliau harus membuat persiapan yang cukup matang untuk berkompetisi dengan kandidat-kandidat lain yang telah punya basis kuat di Makassar,” pungkasnya.

Sementara pengamat politik dari Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan rekam jejak kegagalan, Taufiq Fachruddin di Pilkada Pangkep bukan tolak ukur menghambat untuk maju bertarung di Pemilihan Walikota Makassar mendatang.

“Kalau dari perspektif sinergi dan harmoni hubungan Gubernur Sulsel dengan Walikota Makassar (Danny Pomanto), Taufik Fahruddin tentu saja nama yang prospektif untuk di dukung Pak NA. Selain memiliki ikatan kekerabatan, mereka juga sudah terbiasa bersama dalam kerja-kerja politik dan pemerintahan. Rekam jejak pernah gagal di daerah lain, bukan hal yang langsung menggugurkan peluang. Pak Danny Pomanto kan pernah juga gagal bertanding di Gorontalo,” kata Andi Luhur.

“Di era demokrasi elektoral yang terbuka seperti sekarang, semakin banyak alternatif calon pemimpin, maka semakin baik juga bagi warga pemilih,” jelas,” Andi Luhur.

Disisi lain, pengamat politik dari Universitas Bosowa, Arief Wicaksono menjelaskan itu hak politik, Taufiq Fachruddin maju di pemilihan Walikota Makassar. Tetapi lebih baik kata dia, Taufiq Fachruddin fokos menuntaskan amanahnya sebagai kepala Perusahaan Daerah Sulawesi Selatan (Perusda Sulsel).

“Semua berpeluang, ketika belum ada parpol pengusung. Biarlah barangkali Pak Taufik konsentrasi mengurus Perusda Sulsel,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Taufiq Fachruddin saat ini masih menjabat sebagai kepala Perusda Sulsel. (*)