Irwan Adnan Maju di Pilwali Makassar?, Pakar: Jabatan Bukan Penjamin Kemenangan

oleh
Irwan Adnan

MACCA.NEWS- Sepertinya Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Irwan Adnan punya niatan maju di Pilwali Makassar yang akan digelar pada tahun 2020 mendatang.

Memang setiap warga negara memiliki hak dipilih dan memilih pada pesta demokrasi, termasuk Pilwali Makassar. Akan tetapi, Irwan Adnan dinilai memiliki kinerja baik selama menjadi Birokrat di kota Makassar

“Sebagai warga negara beliau punya hak untuk maju sebagai walikota sebagaimana yang lain, asal memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh undang-undang, kata,” Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah , Jumat (24/5).

“Beliau termasuk birokrat yang punya kinerja bagus, sehingga lebih bijak jika beliau tetap melanjutkan kerja-kerja pelayanan publiknya sebagai kepala dinas pendapatan daerah,” sambungnya.

M.Asaratillah menjelaskan modal sebagai birokasasi yang dimiliki oleh, Irwan Adnan bukan jadi jaminan akan mulus bertarung di Pilwali Makassar.

“Apalagi yang harus juga diketahui bahwa, pengalaman sebagai birokrat belum tentu menjamin berhasil tidaknya beliau dalam pertarungan politik kelak. Di birokrasi, segalanya telah ditetapkan kerangka kerjanya oleh peraturan dan undang-undang. Sedangkan di politik, begitu banyak kemungkinan karena dinamika yang jauh lebih cair ketimbang di birokrasi,” paparnya.

Sementara pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Bosowa Makassar, Arif Wicaksono menilai selama Irwan Adnan menjabat kepala Dispenda kota Makassar, belum memperlihatkan kerja baik bagi masyarakat.

“Menurut saya, sudah bisa barangkali dievaluasi itu kinerjanya Bapenda selama dipimpin oleh beliau. Mengingat, selama masa kepemimpinannya, beliau punya tugas salah satunya kan meningkatkan PAD. Tapi yang baru terlihat ini nampaknya baru banner himbauan membayar pajak saja, tanpa disertai dengan bukti peningkatan pembayaran pajak masyarakat,” ujar Arief Wicaksono.

Arief Wicaksono juga mengungkapkan pada pemilihan legislatif baru-baru ini netralitas, Irwan Adnan sebagai aparat sipil Negara tidak berkesan netral. Sebab, Istrinya maju bertarung di Pileg kota Makassar melalui Partai Demokrat di Dapil I. Maka dari itu, anggaran kampanye istrinya, kata Arief Wicaksono bisa melahirkan pertanyaan dari masyarakat.

“Belum lagi secara bersamaan,  sorotan kepada beliau soal kampanye besar-besaran sang istri yang maju di pileg baru-baru ini. Tentu masyarakat akan dengan sendirinya mempertanyakan darimana semua itu anggaran kampanyenya, mengingat suaminya hanya ASN? Saran saya, jadilah abdi masyarakat yang profesional. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi amanah yang beliau terima,” ungka Arief Wicaksono.

“Kalau semua sorotan itu sudah beliau bereskan, saya kira beliau punya hak yang sama dengan balon walikota yang lain,” jelasnya. (*)