Jika Disimulasikan Figur ini Bertarung, Bakal jadi ‘Dua Pasang’ Raksasa di Pilwali Makassar

oleh

MACCA.NEWS- Pertarungan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Makassar, yang bakal digelar tahun 2020, diprediksi  akan berlangsung seru.

Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai jika saja (Simulasi) Moh Ramadhan’Danny’Pomanto- Irman Yasin Limpo (Danny-None) jika berhadapan Sukriansyah- Syamsu Rizal (UQ-Deng Ichal)  berpasangan di Pilwali Makassar memiliki peluang besar memenangkan Pilwali Makassar mendatang. Sebab, kata dia kedua figur ini sudah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan Pilwali Makassa.

“Kalau pasangan ini fix (Danny-None) deal berpasangan. Maka akan memiliki beberapa kekuatan. Pertama, Danny dan None sama-sama memiliki basis politik yang jelas dan masih terpelihara,” kata M.Asaratillah, Rabu (29/5).

“Danny-None juga bisa diukur dari pertarungan pilwalkot tahun 2013, dimana, Danny- None berada pada urutan pertama dan ke dua dalam perolehan suara. Kedua, Danny-None sama-sama memiliki pengalaman dan jejaring di birokrasi pemerintahan. Ketiga, jika Danny mampu mengambil NasDem sebagai kendaraan politik, maka terjadi asimilasi dua mesin politik, yakni mesin politik NasDem yang cukup besar di Makassar serta mesin Klan Yasin Limpo yang juga lumayan kuat dan mengakar di Kota Makassar,” paparny .

Asratillah menjelaskan jika ingin mewujudkan pasangan, Danny-None butuh fasilitator dari elite politik.

“Cuman yang jadi pertanyaan, perlunya ada elit politik yang berpengaruh, yang mampu memediasi antata DP dan None untuk berpasangan di Pilwalkot 2020,” ungkapnya.

Asratillah mengungkapkan, untuk mewujudkan pasangan, UQ-Ichal kuat harusnya, posisi calon Walikota harus ditempati oleh, Deng Ical. Baginya, Deng Ichal memiliki keterpilihan yang tinggi di kanca politik kota Makassar.

“walaupun kita masih berspekulasi, kita belum tahu apakah yang paling mungkin ke depan adalah Uq sebagai cawali dan Ical sebg Cawawali, ataukah Ical sebagai Cawali atau Uqsebagai cawawali. Tapi bagi saya, kemungkinan keduanya akan lebih matketable di publik, mengingat Dg. Ical memiliki popularitas dan aksepbilitas yang lumayan tinggi, apalagi beliau dikenal sebagai figur yang sombere’,” sebutnya.

“Apakah Ical-Uq ataupun Uq-Ical yang paling mungkin, tapi jika pasangan ini fix menjadi pasangan kandidat, maka akan memiliki beberapa kekuatan. Pertama, pasangan ini sedikit banyaknya membawa dua gerbing politik berpengaruh. Deng, Ichal. masih terkait dengan gerbong IAS sedangkan UQ terkait dengan menteri pertanian. Kedua, pasangan ini, sedikit banyaknya punya daya tarik bagi kalangan millenial, mengingat umur keduanya masih relatif muda dan memiliki style yang kompatible dengan kalangan muda,” paparnya.

Asratillah juga menyebutkan Dengan ICH yang sebagai kader Golkar memiliki peluang besar mengendarai partai pada Pilwali nanti.

“Sisa pasangan ini perlu memeastikan kendaraan politiknya. Jika Deng.Ichal secara internal di Golkar mendapatkan lampu hijau, maka akan tidak sulit untuk bertarung di pilwalkot mendatang,” pungkasnya. (*)