Jika Kasus Korupsi Underpass Seret IAS, jadi Beban Berat Untuk Kerabatnya di Pilwali Makassar

oleh

NEWS.NEWS– Sidang kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Underpass simpang lima bandara Seultan Hasanuddin hakim sasar mantan Walikota Makassar, Ilham  Arief Sirajuddin (IAS) dalam kasus tersebut saat menjabat walikota Makassar.

Meski telah hadirkan Mantan asisten 1 Pemkot Makassar, M. Sabri, mantan camat Biringkanaya, Andi Syahrum serta Lurah Sudiang, Udin, pihak majelis hakim tak merasa puas.

Kini Majelis hakim (PN) Makassar, menyasar IAS yang saat itu menjabat Walikota Makassar telah mengeluarkan  SK Satgas pembebasan lahan minta agar pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan IAS.

Sementara dalam perhelatan Pemilihan Walikota Makassar yang bakal digelar tahun 2020 mendatang, sejumlah orang dekat IAS disebut-sebut bakal maju dalam Pemilihan Walikota tersebut. Mereka antara lain Syamsu Rizal MI, Aliyah Mustika Ilham, dan Hendra Sirajuddin.

Dengan begitu Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai kasus tersebut tidak hanya membahayakan bagi diri IAS sendiri, tetapi mempengaruhi peluang orang-orang dekatnya yang akan bertarung di Pilwali Makassar mendatang.

“Tidak bisa kita pungkiri bahwa nama besar Deng Ical , Hendra Sirajuddin dan Ibu Aliyah melekat pada nama besar IAS. Sidang tersebut sedikit banyaknya akan mempengaruhi nama baik keduanya, karena seringkali publik menilai figur politik tertentu dari gerbong politik yang membawanya, siapa-siapa elit yang, ada di gerbong tersebut dan bagaimana rekam jejak gerbong tersebut,” kata M.Asaratillah, Jumat (24/5).

Maka dari itu M. Asratillah menambahkan proses kasus tersebut yang nantinya akan menjawab mulusnya niat para orang dekat IAS di Pilwali Makassar.

“Tapi nanti kita lihat, ini tergantung bagaimana isu kasus simpang lima ini dikemas oleh kompetitor-kompetitor gerbong IAS. Dan bagaimana strategi komunikasi elit politik di gerbong IAS dalam mengantisipasi isu tersebut,” jelasnya. (*)