Kriteria Daerah Potensial untuk Jadi Ibu Kota Negara

oleh

MACCA.NEWS- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengungkap sejumlah kriteria daerah potensial untuk menjadi ibu kota negara yang baru. Misalnya terkait akses serta lokasi strategis.

Selain itu, menurut Bambang, infrastruktur memadai harus telah ada di daerah tersebut. “Wilayah ibu kota baru itu dekat dengan wilayah yang eksisting. Tidak perlu membangun bandara baru, wilayah tersedia. Tidak jauh dari pantai, negara maritim, konektivitas laut,” kata Bambang di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Senin (6/5).

KSP mengundang Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor. Namun, Isran diwakili oleh Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim Yusliando.

Bambang menekankan wilayah ibu kota harus minim dari potensi bencana seperti gempa, gunung meletus, dan kebakaran hutan. Ketersediaan sumber air bersih yang memadai juga dinilai cukup penting. Bambang menambahkan, kepadatan penduduk menjadi faktor lain. Sebab, pemerintah ingin meminimalkan pembebasan lahan.

Bambang menyatakan, pemerintah berharap lokasi ibu kota pengganti Jakarta, tidak berdampak bagi masyarakat setempat. Artinya, penduduk di wilayah itu diharapkan memiliki pemikiran terbuka atas urbanisasi. “Kita mencari lokasi yang paling ideal dan terbaik. Ini bukan persaingan antar daerah,” ucap Bambang seraya menegaskan pemerintah tidak pilih kasih. (*)