NA Bakal Pecat PNS Dukung Gerakan people power, Pakar Pertanyakan Kecerdasan Nurdin Abdullah

oleh

MACCA.NEWS- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Nurdin Abdullah (NA) menggelar safari Ramadhan di kabupaten Bantaeng, Senin (20/5/2019). Dihadapan masyarakat Bantaeng, Nurdin Abdullah meminta masyarakat agar melupakan perbedaan saat pemilihan umum (Pemilu) beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Nurdin Abdullah menegaskan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak ikut terlibat untuk mendukung gerakan people power.

“Saya kira tidak perlu people power. Kalau ada PNS yang ikut langsung saya pecat, kemarin ada yang disinyalir ikut terlibat langsung saya berhentikan,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan Nurdin Abdullah yang akan memecat PNS bila mendukung gerakan people power, pengamat politik dan pemerintahan Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono menyayangkan pernyataan orang nomor satu di Sulsel itu. Bahkan kecerdasan, Nurdin Abdullah patut diragukan dengan pernyataannya itu.

“Kalau Pak Gubermur mengatakan hal itu, saya kira patut disayangkan ya, mengapa Gubernur yang kita kenal ramah, cerdas dan terbuka bisa serepresif itu. Dan barangkali pak Gubernur juga setuju, kalau sangat tidak baik, memecahkan piring orang. Kan ada mekanisme pembinaan dulu, sehingga tidak perlu ada kesan represif,” kata Arief Wicaksono, Selasa (21/5/2019)

Bahkan, Arief Wicaksono menyarankan Nurdin Abdullah mengurangi bicara berlebihan di media. Sebab, belakang ini pernyataan Nurdin Abdullah di media-media membuat masyarakat kurang simpatik lagi kepadanya.

“Mungkin sebaiknya Pak Gubernur tidak perlu banyak berwacana di media, menurut saya itu kontraproduktif dan tidak menguntungkan pak Gubernur sendiri. Kan sudah ada humas provinsi?. Kalau tidak salah kabiro humas provinsi kan masuk 50 humas terbaik Indonesia, kenapa gak diserahkan saja urusan wacana ke dia?,” ungkapnya. (*)