Pejabat Walikota Otak-atik Pejabat Danny, Asratillah: Pemerintah Kerjaannya Hanya Seputar Melantik dan Tanda Tangan SK

oleh
Iqbal Suhaeb

MACCA.NEWS- Pelantikan pejabat diakhir masa jabatan Walikota Makassar, Moh Ramadhan’Danny’Pomanto dinilai menuai kontroversi oleh, Direktur Profetik Isntitute, M.Asaratillah.

Beredar kabar, sesuai perintah Gubernur Sulsel, Pejabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb akan mengembalikan pejabat yang dinonaktifkan oleh, Danny Pomanto. Maka, M. Asratillah menilai Pejabat Walikota harus melihat aspeknya terlebih dahulu.

“Kalau saya begini, pelantikan yang dilakukan pak Danny Pomanto diakhir jabatannya kemarin kan telah menuai kontroversi,” M.Asaratillah, Sabtu (11/5/2019).

“Kalau saya Pejabat Walikota walikota yang terpilih mesti melihat aspek komunikasi politiknya juga. Artinya, kita bisa menduga bagaimana respon publik jika pejabat yg dilantik kemarin tiba-tiba diutak atik lagi,” tambahnya.

M.Asaratillah menjelaskan pengembalian pejabat yang di ganti oleh Danny Pomanto, bisa menjadi pembicaraan publik jika pemerintahan di Sulsel hanya kerjanya melantik saja, dan mengabaikan pelayanan publik.

“Kalau diutak-atik secara tiba-tiba, kemudian didengar oleh khalayak publik, maka publik akan mempersepsi bahwa pemerintahan kita kerjaannya hanya seputar melantik dan tanda tangan SK,” ujar M.Asaratillah.

“Apalagi sebelumnya ada kasus pelantikan dan penandatanganan SK yang dilakukan oleh Wagub, lalu dianulir lagi oleh gubernur,” ungkap M.Asaratillah.

Sementara pengamat politik dan pemerintahan Universitas Islam Negeri Makassar, Firdaus Muhammad berharap pemerintahan yang dijalankan Pejabat Walikota Makassar harus berjalan efektif demi pembangunan kota Makassar dimasa akan datang.

“Tergantung pemahaman dan penerapan birokrasi. Kalau PJ memandang perlu ditinjau ulang tentu jadi kewenangannya. Intinya bagaimana pemerintahan berjalan efektif,” kata Firdaus Muhammad.

Disisi lain, pengamat politik dari Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono menggambarkan pejabat Walikota Makassar yang di isi oleh, Syamsu Rizal saat Danny Pomanto maju di Pilwali Makassar bisa saja terjadi. Sebab, kata Arief Wicaksono itu hak sepenuhnya pejabat Walikota.

“Pasca lengsernya Pak Danny, dia relatif tidak terlalu punya power lagi, karena sudah bukan siapa-siapa. Makanya pelantikan 600 org yang dilakukan pak Danny itu sebenarnya tidak menyisakan apa-apa, selain harus dilihat sebagai peristiwa politik. Tetapi, jika nanti Pejabat Walikota mengembalikan lagi orang-orang itu, ya itu memang haknya. Deng Ical saja dulu yang sempat jadi PLT kan sempat mengembalikan orang-orang non job itu ke jabatan semula karena putusan pengadilan,” jelas Arief Wicaksono. (*)