‘PUBLIC TRUST’

oleh

Oleh: Syahrul Yasin Limpo 

Pemimpin itu adalah org yg sangat dipercaya masyarakat yg dipimpinnya. Dia menjadi tumpuan segala harapan dan kebutuhan org yg di pimpin. Kepadanya hrapan digadaikan dan nasib dipertaruhkan.

Baik buruknya kehidupan orang yang dimpin dipertaruhkan digenggamanmu Hai PEMIMPIN !!!

Pemimpin adalah nakhoda, sopir atau nakhoda yang ditanganmu dipercayakan kemudi pedal gas dan rem yang menentukan arah, kecepatan, keselamatan dan kenyamanan perjalanan orang-orang yang berjalan bersamamu. Maka orangtua berpesan “..tutuki…!” “berhati-hatilah… mawas dirilah..! Janganlah kenaifanmu yang mengatur kemudi… karena kamu akan tersesat.

Jangan amarahmu yang mengatur pedal gas… karena kamu akan melampaui batas… dan jangan biarkan pedal rem diatur oleh karaguanmu karena dia tak akan menghentikanmu saat kamu perlukan untuk berhenti dengan tenang sambil mengintrospeksi diri.

Makanya, pemimpin meski tak sempurna karena hanya Allah yang sempurna, tapi harus pandai menjaga sikap, perbuatan, tutur kata dan keputusan agar rakyat yang dipimpinnya tidak kecewa apalagi murka… karena ingat… Vox Populi Vox Dei… Suara Rakyat adalah Suara Tuhan.

Ingat, ikatan pemimpin dengan rakyatnya hanyalah PUBLIC TRUST… Kepercayaan Rakyat yang bisa rapuh laksana sehelai serat jaring laba-laba… tapi juga bisa kuat melebihi serat baja… tergantung bagaimana pemimpin memelihara PUBLIC TRUST itu.

Makanya.. hai PEMIMPIN…… jangan suka ngibul apalagi mencurangi RAKYATmu karena itu bisa merontokkan PUBLIC TRUSTmu. Ingat… pemimpin yg terbaca mengibuli publik atau menyia-nyiakan kepercayaan, maka kepemimoinannya akan kehilangan legitimasi…

Kokohnya Benteng Somba Opu karena ditopang pondasi yang kuat di keempat sudutnya. Kuatnya kepemimpinan Bugis Makassar melintasi zaman karena dipagari oleh empat nilai luhur utama yang ibarat pagar kehormatan bersudut empat… Walasuji Appaq sulapaq. (1) Tojeng… menjunjung tinggi kebenaran secara konsisten dalam perkataan dan tindakan… Singkammai bulu na tingkokokona!!! Satu kata dengan perbuatan. (2) Appakatau na sipakatau… menghargai dan membangun lingkungan atau suasana saling menghargai dimanapun berada. “Apparentaki ri eroqna tau jaiya… demokratis dan adil! (3) Anjari jarung dan anjarungi… Menjadi jarum bagi benang atau panutan, motivator, bapak, pengasuh dan role model bagi orang-orang yang dipimpinnya; dan (4) Anjari Mata Jeqne… Teai Jeqne Mata! Menjadi mata air. Pemimpin harus bisa menjadi mata air yang menjadi pangkal datangnya keberkahan dan kemakmuran bagi orang-orang yang dipimpinnya, bukan pembawa air mata karena gundah gulana dan penderitaan.

Intinya senjata utama pemimpin, khususnya di pemerintahan adalah publik trust / kepercayaan publik. Oleh karena itu salah satu peranan pemimpin khususnya di pemerintahan adalah how to mantanance and to mobilizet sport by the people. Artinya pemimpin dan perangkatnya hrs bisa menjaga dukungan publik dan bahkan mampu memobilsasi kearah yg lebih maju secara bersama.