Temuan Rekayasa DPT Oleh Ahli IT di Pangkep Menanti Putusan Bawaslu

oleh

MACCA.NEWS- Menaggapi temuan ahli Ilmu Teknologi (IT) yang merupakan saksi terlapor, Hendra Asman, S.Pd, calon anggota legislatif (caleg) dari PKS dapil 1 Pangkep pada tanggal 8 Mei 2019 lalu.

Bawaslu kabupaten Pangkep masih melakukan tahapan sidang admistrasi pelanggaran pemilu, untuk membuktikan laporan Hendra Asman beserta bukti-bukti dan saksi yang dihadirkannya.

“Kami sikapi sesuai dengan regulasi dan mekanisme yang ada didalam Perbawaslu. Sidang admistrasi pelanggaran administrasi Pemilu kami masih laksanakan di Bawaslu. Jadi keputusannya kita tunggu saja,” kata ketua Bawaslu kabupaten Pangkep, Samsir Salam, saat dikonfirmasi , Senin (13/5/2019) dinihari.

Terkait rekomendasi sanksi yang akan diberikan sesuai aturan pengawasan Bawaslu, untuk KPU kabupaten Pangkep, Samsir Salam masih berharap masyarakat dan pihak pelapor menunggu hasil akhir dari sidang admistrasi yang berjalan di Bawaslu kabupaten Pangkep.

“Kita akan mengambil keputusan sesuai fakta persidangan. Di persidangan administrasi ada saksi, bukti-bukti dan dokumen yang diperlukan. Kita mau melihat tanggapan dan klarifikasi dari KPU lalu kita putuskan,” jelasnya.

Padahal sebelumnya pihak KPU Pangkep telah berulangkali melakukan perbaikan baik dilakukan pada tahap II oleh KPU pusat bertanggal 15/12/2018 ,Maupun DPT hasil perbaikan ke III namun tidak ada perubahan dan data masih tetap sama dengan DPT tahap II.

Pada sidang penyampaian alat bukti tersebut Saksi Ahli IT menemukan bebrapa jumlah kerusakan  antara lain NIK rekayasa sejumlah 12.807, pemilih ganda absolut 289 kasus , NIK kecamatan siluman 45 kasus, dan pemilih dibawa umur 80 kasus

Sementara itu pihak KPU Pangkep selaku terlapor yang dalam hal ini dihadiri oleh Rohani yang merupakan komisioner KPU Pangkep Devisi Data tidak menanggapi terlebih jauh fakta-fakta persidangan yang dilaporkan oleh, Hendra Asman, S.Pd. (*)