Wacana Pemindahan Ibukota Alihkan Isu Pilpres,? Begini Kata Pengamat

oleh

MACCA.NEWS- Pemindahan ibukota boleh saja menjadi pengalihan isu untuk masyarakat terkait perhitungan suara pemilihan Presiden yang digelar beberapa waktu lalu.

Pengamat politik dari Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono menjelaskan wacana pemindahan ibukota harus mengacu dengan situasi bangsa saat ini. Baginya, keterbelahan bangsa akibat Pilpres tidak serta-merta diselesaikan dengan adanya pemindahan ibukota.

“Saya tidak tahu juga apakah pemindahan ibukota meredam suasana Pilpres. Tapi menurut hemat saya, barangkali bagus kalau program pemerintah dalam jangka pendek ini sebaiknya mengacu kepada situasi kebangsaan kita yang sedang terbelah. Pemerintah tidak boleh juga terlalu percaya diri bahwa keterbelahan di masyarakat ini mudah diselesaikan, sehingga kemudian mewacanakan pindah ibu kota,” kata Arief Wicaksono, Selasa (1/5/2019).

Bahkan Arief Wicaksono menyebutkan pemerintah saat ini defisit kebangsaan. Bahkan dia mengatakan ada faktor yang membahayakan bisa saja akan terjadi dari pemindahan ibukota tersebut.

“Pemerintah menurut saya mengalami defisit kebangsaan dan kekurangan sense of crisis yang akut jika memang demikian. Padahal isu pemindahan ibu kota juga itu sangat sensitif karena menyangkut beberapa hal, misalnya anggaran, lalu lokasi yang dipilih Presiden juga merupakan lokasi yang kosong, tapi kaya sumber daya alam,” tambahnya.

“Sehingga, ada pemikiran yang berkembang, jangan-jangan Presiden sedang berusaha mengumpulkan kelompok-kelompok tertentu disana dan sebagainya,” jelas Arief Wicaksono.