Wagub Serukan I’tikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan

oleh

MACCA.NEWS– Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan waktu paling spesial di banding hari-hari yang lain. Karena Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Untuk memaksimalkan berbagai keutamaan bulan suci Ramadhan 1440 H, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerukan tentang keistimewaan malam lailatul qadar di Masjid Jami Hikmah, Desa Mappesangka, Bone, Sabtu (25/5).

“Wahai saudaraku, sebentar malam, malam 21 ramadhan. Semoga kita diberikan kekuatan untuk memanfaatkan malam-malam 10 terakhir dari bulan ramadhan,” ujar Wagub ketika memberikan ceramah shalat tarawih.

Andi Sudirman juga mengajak jamaah shalat tarawih dan warga untuk beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir, dengan tujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar.

“Saudaraku Mukminin dan Mukminat mari berdiam diri (i’tikaf), kita hilangkan sejenak segala kesibukan dunia untuk bermunajat dengan Allah Subhannahu Wata’ala dengan banyak berdo’a, berdzikir, bertadarus dan bertadabbur serta menunaikan ibadah sholat malam,” serunya.

I’tikaf juga bisa membantu menguatkan diri untuk menjalankan shalat dengan khusyuk, memiliki ketenangan jiwa, sekaligus sarana introspeksi diri, mengetahui sejauh mana kekuatan dan kelemahan pada diri kita.

“Dengan membudayakan i’tikaf saat bulan Ramadhan, Insya Allah mampu menambah menghidupkan malam Ramadhan dan menebarkan budaya-budaya baik yang dapat dilakukan secara berjama’ah,” pungkas Andi Sudirman. (*)