Dinilai Instan Jadi Pemimpin, Dewan Minta Wagub Sulsel Pahami Posisinya

oleh

MACCA.NEWS- Perilaku yang beberapa kali terulang dipertontonkan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman sangat berdampak negatif bagi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Anggota komisi komisi DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga berharap wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman memahami tugas dan wewenangnya yang diatur dalam undang-undang.

“Saya tidak ingin membandingkan typikal kepemimpinan orang termasuk Gubermur dan wakil Gubernur laku dengan Gubermur dan wakil Gubernur sekarang. Yang terpenting bagi seorang pemimpin mampu memahami posisi masing masing sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 dan aturan perundangan lainnya,” kata Fahruddin Rangga, Minggu (30/6/2019).

Disisi lain, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Luhur Priyanto menjelaskan visi dan misi kepemimpinan Gubernur Nurdin Abdullah dan wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman perlu dibenahi (review) yang menuai banyak kejanggalan dari keduanya selama memimpin Sulsel.

“Visi kepemimpinan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman perlu di review. Sepertinya ada perspektif yang berbeda dari mereka, tentang kepemimpinan publik. Soal bagaimana menjalankan amanah, sebagai pemimpin pilihan rakyat. Mereka di pilih untuk berjuang mewujudkan harapan rakyat. Bukan sekedar menjalani takdir hidup sebagai pemimpin,” ungkap Luhur.

“Memimpin di iklim demokrasi dan dalam situasi masyarakat yang plural, memang perlu kearifan. Di beberapa kesempatan Wagub Andi Sudirman Sulaiman sering mengumbar statement tentang ketiadaan ambisi politiknya, termasuk bahwa ia bersedia mundur dari jabatannya kalau tidak bermanfaat. Tidak bisa juga lahir sikap dan perilaku seolah tanpa ambisi. Tanpa hasrat berkuasa, tidaklah mungkin Andi Sudirman Sulaiman berada di posisi seperti sekarang ini. Mayoritas publik memberinya mandat memimpin. Ada banyak yang berjuang dan ada banyak harapan yang di titipkan padanya,” tambahnya.

Luhur menjelaskan, sesuai regulasi tugas wakil kepala daerah membangun hubungan baik terhadap kelompok-kelompok masyarakat, dan bukan menjadi penakut bagi masyarakatnya.

“Diregulasi kita, tugas Wakil Kepala Daerah jelas, membantu kepala daerah. Termasuk menciptakan iklim yang kondusif untuk pencapaian visi bersama.
Dalam tradisi kepemimpinan publik di Amerika Serikat, tugas seorang Wakil pemimpin adalah membangun hubungan baik dengan organisasi-organisasi masyarakat serta komunitas-komunitas. Bukan malah menjadi sosok yang menakutkan bagi komunitas-komunitas yang majemuk,” paparnya. (*)