Direktur Perusda Sulsel Dipimpin Ipar Gubernur, Dewan: Hanya Jadi Beban untuk APBD

oleh
Taufiq Fachruddin

MACCA.NEWS- Kepemimpinan Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Pemprov Sulsel, Taufik Fachruddin yang tak lain adik ipar Gubermur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) layak dipertanyakan masyarakat Sulsel.

Selama memimpin Perusda yang mana di struktural Perusda Sulsel dihuni sejumlah orang dekat Gubermur Sulsel, NA belum memperlihatkan kontribusinya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seperti Latanete Plaza, Hotel Grand Sayang, kereta cepat di kota Makassar, dan Kawasan Industri Makassar (KIMA) yang kesemuanya dibawah pengelolaan Perusda Sulsel belum menunjukkan dampak baik bagi PAD Sulsel.

Anggota DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga mengatakan Perusda Sulsel di kepemimpinan, Taufiq Fachruddin belum mempersembahkan peningkatan PAD untuk Sulsel.

“Keberadaan perusda dalam memberi kontribusi terhadap PAD hampir tidak ada. Bahkan selama ini hanya membebani APBD karena belum di kelola secara profesional, kata Fahruddin Rangga, Senin (10/6/2019).

“Bahkan keinginang Gubermur untuk menggabungkan semua perusda yang ada (holding) belum terwujud karena perda yang mendasari itu belum ada. Seharusnya direksi perusda pun harus di uji kepatutan dan kelayakannya sehingga akan lebih fair dan publik dapat menilai secera terbuka,” ungkap Fahruddin Rangga.

Sementara Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah mengatakan seharusnya Perusda harus profesional dalam membantu Pemprov Sulsel dalam hal meningkatkan PAD.

“Perusda kan sebenarnya diperuntukkan sebagai sarana bagi pemprov mendapatkan tambahan PAD secara profesional,” kata M.Asaratillah.

“Dan tentunya profesionalitas, menuntut manajemen yang mumpuni, mulai perencanaan hingga eksekusi dan evaluasi. Sehingga, koordinasi dengan stakeholder termasuk dispenda adalah hal yang mutlak. Karena salah satu inti dari manajemen adalah koordinasi,” tambahnya.

Bahkan Perusda Sulsel dibawa kepemimpinan, Taufiq Fachruddin juga tidak lagi menempati kantor Perusda yang terletak di kawasan Latanete Plaza yang dinilai masih layak dipakai. Namun sekarang menjadikan salasatu kantor Dinas pemerintahan Sulsel sebagai kantor baru Perusda

‘Kita semua berharap agar perusda bisa dikelola secara profesional dan menambah pendapatan daerah. Jangan sampai perusda hanya dijadikan sebagai “kue” yang dibagi-bagikan sebagai ucapan terima kasih politik,” ungkapnya.

Sementara pakar Ilmu Poltik dan pemerintahan Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono berharap Perusda Sulsel harus maksimal menunjukkan peruntukannya untuk menunjang PAD Sulsel.

“Pada dasarnya perusda itu adalah badan hukum yang berhak melaksanakan berbagai usaha untuk PAD dari berbagai kegiatan perekonomian dan pembangunan daerah, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli
Daerah (PAD) di Daerah. Maka tentu saja, Perusda dituntut agar lebih professional dan lebih efisien dalam melaksanakan usahanya,” ujarnya.

Arief Wicaksono berharap, DPRD Sulsel memantau kinerja Perusda sebagai sala satu pendongkrak PAD Sulsel.

“Menurut saya, jika dalam kurun waktu tertentu perusda belum menampakkan kinerjanya, DPRD bisa mengundang direksi perusda untuk setidaknya, melakukan rapat dengar pendapat,” pungkasnya. (*)