Dugaan Proyek di Sulsel Dikuasai Keluarga Gubermur, Pemerintahan NA Dinilai Makin tidak Transparan

oleh
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) Bersama Juru Bicaranya, Bunyamin Arsyad (Ben)

MACCA.NEWS- Sejumlah proyek di Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan dijatah oleh orang dekat bahkan keluarga Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA).

Beberapa proyek yang dijatahkan dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel. Proyek tersebut berupa pembangunan jalan dan jembatan, dan beberapa proyek lainnya.

Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai proyek yang pengerjaannya dikuasai para keluarga kepala daerah bakal memunculkan kesan buruk bagi kepala daerah itu sendiri dimata publik.

“Sebenarnya, proyek jika dikuasai oleh keluarga kepala daerah, akan memunculkan kesan buruk di mata publik. Publik akan menilai bahwa penyelenggaraan pemerintahan serta eksekusi program-progran kerjanya tidak ankuntabel dan transparan. Saya rasa pak NA perlu mengkonfirmasi isu ini ke publik, menjelaskannya secara rasional, minimal melalui humas atau jubirnya,” kata M.Asaratillah, Jumat (21/6).

Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah meniliai Gubermur Sulsel, NA tidak berhati-hati statement ke publik dalam kepemimpinannya sebagai Gubernur.

“Sepertinya pak Gub kurang berhati-hati dalam mengeluarkan statement ke publik, soal kepemimpinan sangat erat kaitannya dengan kemampuan berkomunikasi. Jika komunikasi ke publik cenderung blunder, maka kepemimpinan akan terlihat lemah oleh publik. Maka, saya rekomendasikan ke pak gub untuk membenahi pola atau cara komunikasinya ke publik termasuk ke para aparatnya,” jelasnya.

Sementara pakar ilmu pemerintahan dan politik Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono juga berharap pihak Pemprov mengklarifikasi kebenaran proyek yang dikabarkan dikuasai kekuarga Gubermur Sulsel, NA.

“Iya, harus diklarifikasi dulu daftar proyek yang katanya bocor itu oleh Pemprov. Karena daftar itu sudah terlanjur beredar dimana-mana dan sudah menyebut nama-nama perusahaan tertentu yang terkait dengan proyek itu. Itu sebenarnya sudah selaras dengan niat dan upaya Pak Gubernur dan Wakil Gubernur selama ini untuk mewujudkan pemerintahan provinsi yang bersih dari KKN,” kata Arief Wicaksono.

“Kalau tujuan utama sebuah pemerintahan adalah menegakkan good governance, maka langkah awalnya adalah menciptakan lingkungan good government yang menjamin itu,” tambahnya.

Membandingkan Pemerintahan Gubermur Sulsel sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan pemerintah sekarang dibawa kepemimpinan NA, Arief Wicaksono menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai langsung dua kepemimpinan Gubernur tersebut.

“Kalau perbandingan antara SYL dan NA, saya kira kita serahkan saja kepada masyarakat, karena sedikit banyak masyarakat Sulsel pasti akan membandingkan dengan tanpa pretensi apa-apa,” ujarnya.

“Instrumennya bisa macam-macam, salah satunya adalah stabilitas pemerintahan, dalam artian yang luas. Mana yang lebih stabil, era kepemimpinan SYL atau NA? Kita serahkan saja kepada kembali kepada masyarakat Sulsel, karena mereka yang merasakan perbedaannya, secara langsung atau tidak langsung,” tutupnya.(*)