Ipar dan Anak Dikabarkan Maju di Pilwali Makassar, NA Mulai Bangun Dinasti Politik?

oleh
Taufiq Fachruddin

MACCA.NEWS- Munculnya nama,Taufiq Fachruddin, dan Fathul Fauzi Nurdin Abdullah (Uji) di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar dinilai upaya politik dinasti, Gubermur Sulsel, Nurdin Abdullah. (NA).

Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai, Taufiq Fachruddin dan Uji punya hak politik maju bertarung di Pilwali Makassar. Diapun menekankan, kedua keluarga terdekat NA, Taufiq Fachruddin (Ipar), dan Uji (anak) harus memahami pemerintahan.

“Bagi saya pribadi, Dinasty politik, dalam artian memboyong keluarga dekat dalam politik, sebenarnya agak kurang sehat bagi iklim demokrasi, karena membuka peluang dilanggarnya prinsip imparsialitas (ketidakberpihakan) dalam melakukan pelayanan publik,” kata M.Asratillah, Sabtu (1/6).

“Walaupun hal tersebut terjadi, karena memang tidak ada undang-undang yang menutup pintu bagi terbentuknya dinasti politik. Maka secara etik, tetap perlu dipastikan bahwa sanak keluarga yang ditarik dalam dunia politik, punya kinerja dan rekam jejak yang baik, serta siap menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan secara optimal,” tambah, M Asratillah.

Asratillah mempertanyakan upaya NA jika berkeinginan membangun dinasti politik di kota Makassar. Dia menuturkan kenapa NA tak memulai upaya tersebut saat masa jabatannya berakhir sebagai Bupati Bantaeng.

“Kalau secara politik, jika pak NA ingin membangun dinasi politik, sebaiknya beliau start sedari awal, sewaktu masih menjabat sebagai bupati Bantaeng. Tetapi, mungkin saat itu beliau punya pertimbangan sendiri, atau orang-orang di sekitar beliau belum punya kesiapan untuk turut dalam lingkaran politik beliau,” ujarnya.

Sementara pengamat politik dan pemerintahan Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono menganggap munculnya keluarga dekat NA atas bisikan orang disekitarnya dalam upaya dinasti politik di kota Makassar.

“Tetapi, melihat perkembangan politik pasca Pilgub 2018 kemarin, ternyata ada anak beliau yang maju caleg dan jelang Pilwali Makassar 2020 kedepan, ada juga muncul nama ipar beliau. Mungkin ini bukan soal cermat atau tidak cermat membangunan dinasti politik, tapi mungkin hanya soal bisikan orang-orang disekitar beliau,” pungkasnya. (*)