Janji Bantuan untuk SMA 5, Nurdin Abdullah Anak Emaskan Sekolah?

oleh
Nurdin Abdullah Bersama Para Alumni SMA 5 di Rumah Jabatan Gubermur

MACCA.NEWS- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah beberapa hari lalu menjamu alumni SMA 5 Makassar, yang mana sang Gubernur juga merupakan alumni SMA tersebut. Jamuan tersebut dibingkai dalam kegiatan Halal BI Halal di Rumah Jabatan Gubermur Sulsel.

Dihadapan, alumni SMA 5, Nurdin Abdullah menyiapkan akan menyalurkan bantuan Pemerintah Provinsi untuk sekolah tersebut.

“Saya sudah siapkan anggaran dari Provinsi kebetulan SMA dibawah tanggungan provinsi, kita akan betul-betul lengkapi untuk menjadi sekolah modern,” ungkap Nurdin Abdullah,” ungkap Nurdin Abdullah.

Pada kesempatan ini juga alumni Unhas Makassar ini menyampaikan agar selalu alumni kompak untuk memperhatikan sekolah yang telah mengantarkan seluruh alumni menjadi manusia.

“Kita harus kembali ke Sekolah kita, kita bangun sekolah kita. Itulah barangkali nilai positif SMA 5 melahirkan seorang Gubernur,” tambah Nurdin.

Menanggapi hal tersebut, pengamat ilmu politik dan ilmu pemerintahan Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono menikai, Nurdin Abdullah seolah-olah menganak emaskan sekolah tertentu di Sulsel di pemerintahannya.

“Selain teks, harus juga dilihat konteks apa Pak Gubernur mengatakan itu. Siapa tahu beliau bilang seperti itu didepan alumni unhas yang kebetulan juga alumni sma 5?. Tetapi, diluar itu, sistem zonasi pada pendidikan dasar dan menengah yang di tetapkan pemerintah pusat harus juga diperhatikan. Karena pada dasarnya sistem zonasi itu esensinya adalah upaya pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah,” ujar Arief Wicaksono, Minggu (9/6/3/2019).

“Pak Gubernur bicara didepan IKA SMA 5, berangkali kalau masuk bicara di IKA SMANSA atau IKA SMADA tentu beliau akan menyesuaikan diri. Tapi, ya itu tadi, pemerintah daerah harus memperhatikan kebijakan pemerataan kualitas pendidikan pemerintah pusat, artinya tidak boleh ada sekolah yang dianak-emaskan,” tambahnya.

Sementara Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah berharap Nurdin Abdullah sebagai Gubernur harus menunjukkan dirinya sebagai pejabat milik semua elemen masyarakat Sulsel.

“Pak NA sebagai Gubernur tentunya adalah pejabat publik. Artinya beliau mengemban amanah publik, bekerja bagi kebaikan publik dengan menggunakan fasilitas yang dibiayai oleh dana publik,” sebutnya.

“Maka demikian, sebagai pejabat publik, beliau mesti mengarahkan pelayanan dan programnya secara objektif (berdasarkan skala prioritas dan hasil kajian objektif). Gubernur mesti berdiri di atas semua golongan, kelompok, suku dan agama,” tutup M.Asaratillah. (*)