Lelang Jabatan Pemprov Sulsel Sepi Peminat, Aswar Hasan: Mekanisme Tidak Transparan

oleh

MACCA.NEWS- Lelang jabatan Pemprov Sulsel, untuk posisi Asisten I dan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi yang dibuka sejak 10 Juni lalu, belum ada satupun yang mendaftar yang bisa saja dikatakan sepi peminat.

Diduga, malasnya pejabat mengikuti lelang tersebut, karena dianggap hanya sekedar formalitas semata. Pengalaman dari lelang jabatan sebelumnya, mereka yang mendapatkan posisi tersebut sudah diprediksi sebelumnya.

Sebut saja lelang jabatan Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) yang sekarang dijabat Abdul Hayat Gani, Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulsel yang dimenangkan Andi Sumardi Sulaiman, serta dan Kepala BKD Asri Syahrun.

Menanggapi hal tersebut, anggota komis A Bidang Pemerintahan, Fahruddin Rangga menganggap sepinya publik belajar dari kesalahan lelang jabatan sebelumnya oleh Gubernur dan Wakil Gubermur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

“Saya kira pandangan publik dapat menilai dari pengalaman pengangkatan pejabat sebelumnya,” kata anggota komisi A DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga.

Fahruddin Rangga juga berharap kepada Pemprov Sulsel dalam pelaksanaan lelang jabatan, memperhatikan manajemen PNS yang tertuang didalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017.

“Saya kira PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sudah mengatur hal itu. Pemprov harus berpedoman ke aturan tersebut,” pungkasnya.

Sementara pengamat ilmu politik dan ilmu pemerintahan, Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan, Rabu (19/6/2019) menilai sepinya lelang jabatan di lingkup Pemprov Sulsel berdasarkan mekanisme yang tidak transparan dilakukan oleh Pemprov itu sendiri dibawa kepemimpinan, Nurdin Abdullah.

“Pertama, mungkin karena tidak percaya diri atau karena tidak percaya bahwa lelang jabatan itu obyektif, karena pada akhirnya orang tertentu yang diloloskan sudah dipersiapkan. Kedua, karena mekanismenya kerap tidak transparan dan akuntabel dari Pemprov.(*)